Pamekasan (beritajatim.com) – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, mempersiapkan mahasiswa untuk menjalani program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program pembekalan yang digelar di Auditorium Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, Sabtu (12/7/2025).
Program PkM dengan tagline Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) Berbasis Participatory Action Research (PAR) Tahun Akademik 2024-2025, dijadwalkan digelar selama sebulan kedepan, terhitung mulai Minggu (20/7/2025) hingga Rabu (20/7/2025) mendatang.
Dalam program yang mengusung tema ‘The Power of Innovation; Menyatu dengan Dunia Melalui Pengabdian’, diikuti sebanyak 294 peserta yang disebar di 22 titik berbeda di 5 (lima) kecamatan berbeda di Pamekasan, satu titik di antaranya di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Malaysia.
“Pada pelaksanaan program PKN tahun ini, kami kembali menerapkan pendekatan PAR guna memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi langsung di tengah masyarakat,” kata Ketua Panitia Pelaksana PKN Berbasis PAR IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh Ramin.
Pendekatan PAR kembali diterapkan sebagai motivasi agar mahasiswa khususnya peserta PKN 2025, bisa berpartisipasi secara langsung bagi masyarakat. “Dalam pembekalan, peserta digembleng dengan tiga materi berbeda sebagai bekal bagi untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
“Ketiga materi yang disampaikan kepada mahasiswa peserta PKN, masing-masing materi PAR seputar teknik dan realisasi, analisis kebutuhan desa, serta konversi laporan dalam bentuk artikel yang merupakan hasil dari laporan pelaksanaan PkM,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga berharap ketiga materi tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika mulai melaksanakan program PKN di masyarakat. “Kami juga berharap agar mahasiswa nantinya dapat mengkolaborasikan tiga nilai sekaligus dalam tri dharma Perguruan Tinggi,” harapnya.
“Tidak kalah penting kami juga ingin selalu mengingatkan agar mereka selalu dapat menjaga nama baik almamater, sebab mahasiswa peserta PKN ini merupakan duta institusi yang diterjunkan langsung di tengah masyarakat. Semoga bisa selalu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAI Al-Khairat Pamekasan, sebagai leading sector pelaksanaan PKN Berbasis PAR menilai penerapan PAR sebagai langkah konkrit melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam seluruh proses riset, bukan hanya sekedar sebagai objek penelitian.
“Penelitian dengan pendekatan PAR atau yang familiar disebut penelitian spiral, bertujuan untuk menghasilkan solusi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, serta mendorong perubahan sosial yang positif. Sehingga dibutuhkan beberapa poin penting, meliputi perencanaan, pelaksanaan, menemukan fakta baru, serta fakta hasil tindakan dan menghasilkan produk,” kata Sekretaris LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan, Alfiansyah.
Program tersebut menerapkan beberapa prinsip dasar, meliputi pengembangan kepribadian, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan institusi. “Melalui pendekatan ini, tidak menutup kemungkinan mahasiswa nantinya dapat menggali beragam potensi yang ada di desa,” imbuhnya.
“Kita harapkan potensi yang didapat dalam program PKN bisa diimplementasikan dalam bentuk nyata, dan tentunya berkesinambungan, sehingga hasil galian ataupun kajian yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan manfaat secara umum kepada masyarakat,” pungkasnya. [pin/ian]






