Surabaya (beritajatim.com) – Jatim Media Summit (JMS) 2023 hari kedua memberikan materi terkait produksi video kreatif untuk sosial media. Acara yang dihadiri oleh berbagai media lokal ini diselenggarakan di Whiz Luxe Hotel Surabaya, Kamis (25/6/2023).
CEO Warta Bromo, Ari Suprayogi membagikan pengalamannya dalam membuat video kreatif. Menurutnya, salah satu hal yang perlu dimiliki oleh media adalah kepercayaan.
“Cukup kepercayaan, kalau cepet-cepetan kita biasanya ketinggalan,” bebernya.
Dia bercerita, sebelumnya dia membuat konten dan dibagikan ke seluruh media sosial untuk mengetahui lebih lanjut siapa user.
“Kami mencoba di seluruh media sosial karena kita lagi trial di mana user kita berada. Termasuk klien itu di mana, dan siapa pembaca kita dan pengguna medsos apa,” ungkap Ari di hadapan para peserta JMS 2023, Kamis (25/5/2023).
National Coordinator for Social and Behavior Change USAID IUWASH Tangguh, Deasy Sekar Tanjung Sari juga membuat video kreatif di media sosial. Deasy mengungkapkan bahwa pihaknya juga membuat video untuk memperkenalkan programnya terkait sanitasi. Dia menceritakan pengalamannya saat membuat video tersebut
“Kami melakukan pengumpulan data untuk membuat video. Kita juga konfirmasi data sebelum pengambilan data, lokasi pengambilan gambar dan menyusun alur video,” paparnya.
Bahkan, Deasy mengaku sempat melihat tren yang sedang disukai oleh orang-orang saat ini dan melakukan survey.
“Kita lihat tren yang disukai orang-orang seperti suka nonton drama Korea, sinetron. Jadi sebelum masuk konten, kita juga harus survey dulu apa yang disukai,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Head of Multimedia Arkadia Production, Iramdani juga menyetujui hal itu. Menurutnya, sebelum membuat konten perlu dilakukan research untuk mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Saya akan sharing membuat kreatif video. Pertama harus kepo. Kita pingin tau apa yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, dia juga membagikan beberapa 6 hal yang perlu dipehatikan untuk menarik perhatian penonton, di antaranya yaitu original konten, konsep kuat, target market yang jelas, membangun branding, konsisten membuat konten dan menjaga kualitas video.
“Kualitas ini penting. Kalau kualitas video bagus, gambar, audio, dan transisinya enak ditonton pasti orang bisa stay lama untuk menikmati video kita,” pungkas Iramdani. (nap)






