Tuban (beritajatim.com) – Seorang pelajar salah satu SMK di Tuban warga Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban berinisial MAI (16) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dia diduga depresi karena terlilit pinjaman online (pinjol).
Kapolsek Palang AKP Carito menyatakan bahwa kejadian tersebut bermula saat sekira pukul 05.00 Wib, MAI ditemukan oleh ayahnya dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri.
“Sebelumnya, ayah MAI mencari korban, yang saat itu tidak ada dikamar. Setelah dicek di dapur, saksi yaitu ayah kandung melihat korban dalam keadaan tergantung di kayu blandar rumah,” ucap AKP Carita, Rabu (25/10/2023).
Lanjut, ayah korban melihat anaknya meninggal dunia tergantung di kayu blandar dengan tinggi kurang lebih 4 meter dari tanah. Melihat hal itu, ayah korban langsung meminta tolong ke warga dan ke ketua RT serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palang.
“Setelah menerima laporan, bergegas petugas beserta tim medis Puskesmas Sumurgung mendatangi TKP dan dalam pemeriksaan tidak ditemukan bekas luka kekerasan,” paparnya.
BACA JUGA:
Ibu di Malang Bunuh Anak lalu Gantung Diri Punya Utang Rentenir Rp 1,5 Juta
Saat ditanya penyebab korban mengakhiri hidupnya, Kapolsek Palang menuturkan bahwa korban diduga mempunyai utang pinjaman online (pinjol).
“Kami imbau, peran serta orang tua untuk selalu mendampingi putra putrinya bila ada permasalahan,” pungkasnya. [ayu/but]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119
![Pelajar SMK Tuban Terlilit Pinjol lalu Gantung Diri, Meninggal Korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. [Foto Dyah Ayu]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/10/1-75.jpg)





