Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya integritas, kerja keras, dan kolaborasi bagi kontingen Jatim yang berlaga di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025.
Khofifah menegaskan ajang bergengsi ini lebih dari sekadar kompetisi. FLS3N adalah panggung pembentukan karakter unggul dan kolaborasi antardaerah.
“Perjalanan kalian sudah luar biasa. Kalian adalah duta-duta terbaik Jawa Timur. Tunjukkan bahwa pelajar Jawa Timur mampu bersaing di level nasional dengan integritas dan kreativitas tinggi,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai juga memberikan pesan mendalam kepada para siswa. Ia mengingatkan pentingnya sikap mental dan kesehatan selama berlaga.
“Saya hanya berpesan untuk bekal kalian bertanding di Jakarta nanti, jangan sombong, tetap rendah hati. Jaga kesehatan dengan makan dan tidur yang cukup, serta terus semangat menunjukkan versi terbaik kalian,” pesan Aries.
Aries menambahkan, FLS3N merupakan wadah penting penguatan Profil Pelajar Pancasila, terutama dalam aspek kreatif, berkebinekaan global, serta beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Ia menyebut pendidikan seni dan budaya sebagai bagian integral dari pembentukan karakter siswa Jatim.
Kontingen Jatim berjumlah 40 orang, terdiri dari 25 peserta lomba, 13 pendamping, dan 2 ketua kontingen. Mereka adalah siswa-siswi berprestasi yang telah lolos seleksi ketat dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Mereka akan bersaing di 10 bidang lomba FLS3N jenjang SD dan SMP yang akan digelar secara luring di Hotel Novotel Jakarta Mangga Dua Square pada 3 hingga 8 November 2025.
Beberapa cabang yang diikuti di jenjang SD antara lain Menyanyi Solo, Pantomim, Gambar Ekspresi, Kriya, Mendongeng, dan Menulis Cerita.
Kemudian, di jenjang SMP, lomba yang diikuti antara lain Pantomim, Mendongeng, Menulis Cerita, Tari Kreasi, Ilustrasi, Ansambel Musik, serta Kreativitas Musik Tradisi.
Dengan semangat “Jatim Cerdas, Kreatif, dan Berbudaya”, keikutsertaan para finalis ini diharapkan menjadi bentuk nyata dedikasi terhadap pengembangan seni, budaya, dan karakter pelajar Indonesia yang unggul. [ipl/ted]






