Malang (beritajatim.com) – Seorang pria bernama Ropi’i (59), warga Dusun Krajan, Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, meninggal dunia setelah terseret arus sungai dan terjepit pintu air Dam Kali Manten, Senin (5/1/2026) pagi.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat korban bersama dua perangkat desa dan seorang rekan kerja melakukan kegiatan pembersihan sekaligus perbaikan pintu air Dam Kali Manten yang berada di Gang Dam, RT 013 RW 002, Desa Kasembon.
Saat kejadian, korban diketahui menyelam ke dalam aliran sungai untuk membersihkan sumbatan sampah di pintu air ketiga. Namun derasnya arus sungai membuat korban terseret dan terjepit di sela-sela pintu air.
“Tiga saksi di lokasi sempat berupaya menolong korban, tetapi tidak berhasil karena debit air dan arus sungai sangat deras,” ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Upaya penyelamatan secara manual tidak memungkinkan dilakukan. Laporan kejadian kemudian disampaikan Ketua RT kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas piket Polsek Bululawang langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Proses evakuasi melibatkan Polsek Bululawang, Basarnas, BPBD, PMI, PMI Rescue, PMI Kabupaten Malang, serta warga sekitar.
Tidak jauh dari lokasi Dam, petugas juga menemukan barang milik korban berupa kemeja kotak-kotak dan topi, yang diduga terlepas saat korban terseret arus.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan visum luar maupun dalam.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak visum. Pemeriksaan medis dilakukan oleh bidan dan perawat desa,” jelas AKP Bambang.
Polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja murni tanpa adanya unsur pidana. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di aliran sungai, khususnya di area Dam dengan arus yang kuat.
“Kami mengingatkan warga agar mengutamakan keselamatan saat membersihkan saluran air atau bekerja di sungai, terlebih saat debit air meningkat,” pungkasnya. [yog/beq]






