Pasuruan (beritajatim.com) – Selain para petani, Relawan Jatim Beragam Pasuruan juga sangat peduli dengan para nelayan. Dengan kegiatan satu kampung satu suara, Relawan Jatim Beragam Pasuruan datang di tiga titik pesisir Pasuruan.
Daiantaranya yakni di Kecamatan Lekok, Kecamatan Kraton, dan juga Kecamatan Bangil. Dari tiga titik tersebut diikuti 45 nelayan dengan masing-masing lokasi 15 nelayan.
Setiap nelayan selalu mengeluhkan permasalahan yang sama, yakni terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dengan demikian, Relawan Jatim Beragam Pasuruan mensosialisasikan program dari paslon 03 yakni Ganjar Mahfud.
“Ini merupakan bagian dari program Ganjar Mahfud untuk selalu memperhatikan para nelayan di seluruh Indonesia. Ada tiga lokasi yang kami datangi, yakni di Kecamatan Bangil, Lekok, dan juga Kraton,” kata Ketua Relawan Jatim Beragam Pasuruan, Alfiansyah, Rabu (7/2/2024).
Dalam kegiatan ini, Alfi juga menjelaskan bahwa persoalan nelayan di pesisir Pasuruan ternyata tak hanya terkait BBM subsidi. Meliankan banyak permasalahan yang selama ini tak pernah diperhatikan pemerintah.
Seperti halnya terkait sulitnya mencari ikan di musim penghujan seperti saat ini. Sebagian nelayan sangat enggan melaut dikarenakan cuaca yang sangat mudah untuk berubah-ubah.
“Ternyata selain BBM, cuaca juga menjadi faktor permasalahan para nelayan. Bahkan banyak nelayan yang perahunya sudah tak layak pakai, jika dipaksakan melaut saat cuaca ekstream juga akan membahayakan nyawa para nelayan,” tambahnya.
Dengan kegiatan tersebut, Relawan Jatim Beragam Pasuruan mensosialisasikan program Ganjar Mahfud yang sangat peduli dengan nelayan. [ada/aje]






