Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyerahkan bantuan mesin jahit elektrik kepada seorang lansia di kawasan Wiyung, Surabaya. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk respons atas aspirasi warga yang disampaikan saat kegiatan reses.
“Hari ini kami berkunjung ke masyarakat yang sebelumnya kami pernah ada di sini dalam rangka reses. Ada aspirasi, ada harapan dari masyarakat wilayah ini,” ujar Cahyo Harjo Prakoso usai menyerahkan bantuan di rumah Ibu Suparti, warga Gogor 3 Nomor 42 RT 3 RW 2, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Rabu (21/1/2026).
Cahyo menjelaskan, bantuan tersebut diberikan kepada Ibu Suparti yang termasuk dalam kelompok lansia dan rentan karena memiliki kendala kesehatan. Meski demikian, Ibu Suparti dikenal memiliki keahlian menjahit dan masih ingin tetap produktif.
“Yang mengharap adanya salah seorang warganya golongan lansia dan juga kelompok rentan karena mengalami kendala dalam kesehatannya berharap bisa diberikan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kesehariannya,” kata Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Menurut Cahyo, aspirasi warga tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian mesin jahit elektrik yang dibeli menggunakan dana pribadi. Ia berharap alat tersebut bisa membantu aktivitas ekonomi sekaligus menjaga semangat hidup penerimanya.
“Kebetulan yang bersangkutan memiliki kelebihan atau kemahiran dalam menjahit, maka meminta alat jahit yang elektrik dan alhamdulillah hari ini dari dana kami pribadi kami menyampaikan bantuan alat mesin jahit elektrik ini kepada beliau,” tutur dia.
Cahyo menyebut bantuan ini tidak hanya soal peningkatan penghasilan, tetapi juga soal menjaga mental dan motivasi di tengah keterbatasan kesehatan. Ia menilai aktivitas yang produktif penting bagi lansia agar tetap berdaya.
“Agar ini tidak hanya meningkatkan produktivitas atau perekonomian beliau, tetapi minimal bisa menggugah semangat mereka,” kata Cahyo.
Cahyo menambahkan, pengajuan bantuan ini datang dari Ketua RW dan kelompok KSH setempat. Meski sudah diajukan ke dinas terkait, proses birokrasi membuat realisasi membutuhkan waktu lebih panjang.
“Pengajuan ini dari Pak RW dan juga ibu-ibu KSH di wilayah ini. Sudah disampaikan ke Dinas Kota Surabaya, tetapi karena proses birokrasi tentu perlu waktu, sementara kami melihat ini sangat penting,” ujarnya.
Sebagai mitra yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan ketahanan sosial, Komisi E DPRD Jatim memilih bergerak cepat. Cahyo berharap langkah kecil ini bisa memberi dampak besar bagi kehidupan warga.
“Kami sebagai Komisi E yang konsen terhadap pengembangan sumber daya manusia dan ketahanan sosial masyarakat tentu langsung bertindak memberikan ini,” pungkasnya. [asg/kun]






