Blitar (beritajatim.com) – Pedagang kios Stadion Supriyadi Kota Blitar mengeluh sepi pembeli. Komplek perdagangan tersebut baru saja diresmikan oleh Wali Kota Blitar Santoso.
Total ada 24 kios yang diresmikan oleh Santoso. Namun sehari setelah diresmikan, sejumlah pedagang kios sisi utara Stadion Supriyadi tersebut mengeluhkan sepinya penjualan.
Para pedagang menuding penyebab sepinya penjualan ini lantaran penataan parkir tepat di depan kios mereka semrawut. Itu membuat wisatawan yang berkunjung ke Masjid Ar-Rahman Kota Blitar enggan mampir di kios pedagang sisi utara stadion.
“Kalau waktu ramai di depan kios kami ini penuh kendaraan baik sepeda motor maupun mobil dan sementara orang jalan itu di sebelah sana seberangnya. Jadi secara otomatis kami yang dirugikan, deretan kios yang warung-warung ini yang dirugikan,” kata pedagang makanan kios sisi utara Stadion Supriyadi, Imam Jayadi, Sabtu (3/6/2025).
Para pedagang pun berharap pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar agar segera memberikan sosialisasi terkait penataan parkir kepada Juru Parkir (Jukir). Pasalnya selama ini belum ada regulasi yang jelas terkait penataan parkir di depan kios sisi utara Stadion Supriyadi Kota Blitar.
Baca Juga:
Meriahnya Festival Lentera di Bulan Bung Karno Kota Blitar
Imam menambahkan bahwa para juru parkir di utara Stadion Supriyadi Kota Blitar seakan asal tata saja. Tanpa ada pertimbangan dampak ke pedagang kios sisi utara.
“Ya kesannya asal dimasukkan saja tidak dipakai Jadi kan seharusnya pihak Dispora ada sosialisasi terkait penataan dan regulasi karena kan biar sama-sama enak gitu antara juru parkir maupun kami yang berjualan di kios,” imbuhnya.
Para pedagang kios sisi utara Stadion Supriyadi Kota Blitar pun khawatir omzetnya akan terus turun jika tidak ada perbaikan penataan lahan parkir. Kekhawatiran para pedagang itu bukan tanpa alasan, pasalnya mereka harus membayar retribusi yang tidak sedikit.
Baca Juga:
9 Jemaah Haji Kota Blitar Sakit, 3 Tak Bisa Ibadah Arbain
Dalam satu bulan para pedagang kios sisi utara Stadion Supriyadi Kota Blitar itu harus membayar Rp. 200.000 atau Rp. 2,4 juta per tahun. Dengan kondisi penjualan yang sepi maka untuk para pedagang pun khawatir tidak bisa membayar retribusi yang dipatok oleh Pemkot Blitar.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Santoso mengatakan para pedagang yang terpilih untuk menempati kios sisi utara Stadion Supriyadi ini merupakan orang beruntung. Menurutnya peluang untuk mengembangkan usaha di kios sisi utara Stadion Kota Blitar tersebut sangat tinggi.
Pasalnya kios tersebut berdekatan dengan wisata religi Masjid Ar-Rahman Kota Blitar.
“Harapannya para pedagang buka terus pesan saya kios tidak boleh diperjualbelikan pihak yang lain,” kata Santoso.
Para pedagang yang menempati posisi Utara Stadion Supriyadi Kota Blitar ini merupakan hasil relokasi dari penataan PKL di sejumlah titik. Para pedagang ini sebelumnya juga sudah melewati proses seleksi yang dilakukan oleh Dispora Kota Blitar.
Pemerintah Kota Blitar pun berharap dengan pembukaan kios sebanyak 24 unit di sisi Utara Stadion Supriyadi Ini bisa memberikan dampak perputaran ekonomi dan perbaikan kesejahteraan masyarakat terutama bagi para PKL.
“Ada tim dari beberapa OPD yang ikut menata pedagang di sini kios sisi Utara Stadion Supriyadi,” tandasnya. [owi/beq]






