Magetan (beritajatim.com) — Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar acara Diskusi Kebangsaan dan Eksibisi bertajuk Vivere Pericoloso atau Tahun Penuh Marabahaya. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda terkait sejarah, kritik sosial, dan partisipasi politik.
“Acara ini kami selenggarakan untuk lebih mendekatkan ide dan pemikiran Bung Karno kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Magetan,” ujar Inisiator Acara, Lucky Setyo Herman, saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (25/6/2025).
Selain diskusi, acara ini juga diramaikan dengan pameran artikel dan foto-foto bersejarah yang menampilkan sosok Bung Karno. Menurut Lucky, pameran ini menjadi sarana visual agar anak muda dapat memahami perjuangan dan gagasan pendiri bangsa secara lebih konkret.
“Tiga hal utama yang ingin kami tanamkan melalui acara ini adalah kesadaran historis, kesadaran kritis, dan kesadaran politis di kalangan generasi muda,” jelas Lucky.
Ia menegaskan, kesadaran historis penting agar anak muda tidak melupakan sejarah, yang bukan sekadar masa lalu tetapi pondasi masa depan bangsa. Kesadaran kritis juga harus dibangun agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial.
“Anak muda tidak boleh pasif dan konsumtif. Mereka harus peka terhadap setiap isu yang terjadi dan menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran,” tegasnya.
Lebih jauh, Lucky menyampaikan pentingnya kesadaran politis di kalangan pemuda sebagai pilar pembangunan bangsa. Tanpa partisipasi anak muda dalam politik, menurutnya, pembangunan bangsa akan stagnan, baik secara fisik maupun mental.
“Kalau anak muda tidak ikut dalam gerakan politik, bangsa ini akan sulit berkembang. Kita butuh semangat perubahan yang lahir dari generasi muda,” tandasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, turut memberikan apresiasi atas inisiatif yang digelar di Magetan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus didorong agar anak muda tidak tercerabut dari akar sejarah bangsa.
“Kegiatan ini sangat positif dan relevan, apalagi di tengah tantangan zaman sekarang. Anak muda perlu terus diingatkan bahwa mereka adalah pewaris sekaligus penentu masa depan bangsa,” ujar Deni.
Deni juga menilai, diskusi kebangsaan yang mengangkat tema Vivere Pericoloso merupakan pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak pernah mudah dan penuh tantangan. Ia berharap, generasi muda Magetan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Semangat Bung Karno harus terus hidup, dan itu dimulai dari kesadaran historis, kritis, dan politis seperti yang disampaikan tadi. Saya apresiasi acara ini dan mendorong agar terus dilanjutkan,” pungkasnya. [asg/but]






