Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka pusat krisis untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku hewan ternak. Mereka juga membantu pengobatan sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku di sejumlah kecamatan.
Sejumlah kader PDIP bergerak di enam titik yang tersebar di Kecamatan Kalisat, Ledokombo, Arjasa, Jombang, dan Mayang. “Kurang lebih ada 200 ekor sapi yang sudah kami tangani,” kata Koordinator Crisis Center PDIP Jember Wahyu Nugroho, Jumat (12/8/2022).
PDIP Jember juga mengadakan obat secara mandiri sesuai instruksi Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan setempat. Pengurus partai membeli seribu paket obat yang segera didistribusikan. “Selain titik-titik tadi, ada titik-titik lain yang sangat membutuhkan penanganan wabah PMK. Kurang lebih sudah ada 500 ekor sapi yang didaftarkan untuk mendapat pengobatan,” kata Wahyu.
Peternak yang membutuhkan bantuan pengobatan bisa menghubungi Crisis Center PDI Perjuangan Jember maupun kader-kader partai di desa masing-masing. “Kami akan segera turun ke lapangan bersama pengurus DPC,” kata Wahyu.
Obat tersebut sesuai dengan saran Ikatan Dokter Hewan Seluruh Indonesia. “Alhamdulillah, obat untuk sapi yang sudah kami tangani manjur. Ada juga obat-ibatan herbal yang reaksinya juga bagus. Tentunya masing-masing punya plus minus. Obat yang disarankan Ikatan Dokter Hewan ini disemprotkan pagi dan sore. Memang pada hari pertama, sapi sudah mulai mengonsumsi makanan. Bagian kuku butuh penanganan kontinyu,” kata Wahyu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pdip”]
Menurut Wahyu, wabah PMK membuat kondisi perekonomian warga Jember makin terimpit. “Hasil pertanian juga banyak yang rusak karena terkendala iklim tak menentu. Satu-satunya tabungan yang dimiliki masyarakat desa-desa hanya sapi,” katanya.
PDIP juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami dengar dari petugas Dinas Peternakan, bahwa wabah ini sejatinya hampir sama dengan Covid-19 yang diderita manusia. Penting sekali dilakukan vaksinasi terhadap sapi-sapi yang belum terkena. Kemarin kami sudah berdiskusi dengan Dinas Peternakan. Mereka sudah menyiapkan vaksin untuk didistribusikan,” kata Wahyu. [wir/but]






