Malang (beritajatim.com) – PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) Jatim 2 berupaya mengendalikan populasi kucing liar di wilayah Jawa Timur Khususnya Malang. Mereka bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Brawijaya menggelar program sterilisasi massal kucing jantan.
Sterilisasi massal ini dilaksanakan di RSHP Universitas Brawijaya, Malang pada Sabtu (30/9/2023). PDHI Jatim 2 ingin mengurangi jumlah kucing liar dan memastikan kesejahteraan hewan-hewan tersebut melalui sterilisasi.
Tim medis terdiri dari dokter hewan dan mahasiswa program pendidikan dokter hewan Fakultas kedokteran hewan Universitas Brawijaya yang telah memiliki kemampuan khusus dalam prosedur sterilisasi.
Program ini tidak hanya mencakup sterilisasi, tetapi vaksinasi rabies untuk melindungi kucing-kucing tersebut dari penyakit menular. Beberapa warga yang peduli terhadap kesejahteraan hewan turut membantu dalam memberikan tempat perlindungan sementara untuk kucing-kucing yang menjalani prosedur sterilisasi.
Koordinator Hubis (Hubungan Institusional) PDHI Jatim 2, Drh. Eka Nur Prasetyawati, menyebut sterilisasi pada kucing jantan adalah salah satu tindakan yang baik untuk menekan angka penularan virus Zonosis yaitu virus Rabies.
BACA JUGA:
5 Tanda Kucing Sedang Sakit, Cat Lovers Perlu Waspada
“Sterilisasi menjadi cara depopulasi hewan dan dapat mencegah terjadinya kejadian penelantaran bayi-bayi kucing. Serta menghindari terjadinya wabah penyakit yang muncul dari bangkai kitten yang tergeletak di sudut sudut jalan yang bisa jadi disebabkan oleh penelantaran owner (pemilik) yang tidak mampu merawat,” ujar Eka.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya, Drh. Dody Prasetyo, berharap sterilisasi massal ini menjadi contoh bagi wilayah lain untuk dapat mengendalikan populasi kucing liar.
“Bukan hanya penting untuk kesejahteraan hewan, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan masyarakat,” imbuh Dody.
Program sterilisasi massal ini merupakan bagian dari rangkaian World Rabies Day vaksinasi Rabies se-Indonesia dengan memecahkan rekor muri yang akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2023 nanti. [luc/suf]






