Tulungagung (beritajatim.com) – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur, HM Hasan Bisri, resmi melantik jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Tulungagung masa khidmah 2025-2029 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Kamis (12/2/2026). Mengangkat visi “Merawat Nilai, Menggerakkan Peradaban,” organisasi pemuda Nahdliyin ini berkomitmen melakukan transformasi gerakan yang menitikberatkan pada penguatan spiritualitas dan kemandirian ekonomi kader.
Ratusan kader dari berbagai pelosok desa hadir menghijaukan lokasi pelantikan, menciptakan atmosfer solidaritas di bawah arahan langsung PP GP Ansor dan PW GP Ansor Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, serta Ketua PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Ahmadi.
Muhammad Ihsan Muhlashon, Ketua PC GP Ansor Tulungagung yang baru dilantik, menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusannya adalah memperluas jangkauan dakwah Islam moderat di kalangan milenial dan Gen Z. Menurutnya, potensi sumber daya manusia Ansor di Tulungagung sangat besar, terutama dari kalangan pengajar dan pendidik agama.
“Yang akan dilaksanakan oleh PC GP Ansor masa khidmah 2025-2029 ini pertama terkait dengan spiritual dan keagamaan. Banyak kader yang punya latar belakang pengajar dan ustadz, oleh karena itu kenapa Ansor Tulungagung ke depan akan lebih menyebarkan agama Islam khususnya kepada pemuda-pemuda,” ujar Muhlashon dalam sambutannya.
Muhlashon juga memberikan analogi unik mengenai fleksibilitas dan kekuatan kader di wilayahnya. Ia mengibaratkan kader Ansor Tulungagung seperti ikan patin yang memiliki nilai manfaat tinggi namun tetap memiliki aspek perlindungan diri yang kuat.
“Kader-kader Tulungagung merupakan ikan patin; bisa jadi hiasan, bisa jadi lauk, juga bisa menghasilkan atau lahan bisnis, tapi juga kadang membahayakan jika terkena patilnya,” tambahnya.
Momentum pelantikan kali ini menghadirkan sisi berbeda dengan melibatkan para istri pengurus Pimpinan Cabang di atas panggung. Kehadiran mereka diakui sebagai bentuk dukungan moral sekaligus inovasi dalam struktur penguatan organisasi berbasis keluarga.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, mengapresiasi langkah inovatif tersebut. Ia menilai Tulungagung berhasil menjadi “navigator” bagi gerakan Ansor di Jawa Timur, terutama dalam mengimplementasikan konsep pembangunan yang dimulai dari tingkat basis atau desa.
“Asta cita telah dilaksanakan oleh Ketua PC GP Ansor Tulungagung bahwa pembangunan dimulai dari desa. Kaderisasi khusus untuk istri para pimpinan cabang ini adalah hal unik. Ruh gerakan kita adalah kaderisasi. Jangan kita kecewakan PCNU, jangan kita kecewakan Pak Bupati, mari kita buktikan bahwa kita bermanfaat,” tegas Musaffa Safril.
Sementara itu, HM Hasan Bisri menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program strategis, termasuk program “Ansor Magang Jepang” yang menjadi percontohan nasional. Ia menyebutkan bahwa dari hanya tiga wilayah di Indonesia yang menjalankan program ini, Tulungagung adalah salah satu yang paling sukses.
“Bahwa kader-kader Gerakan Pemuda Ansor ini memiliki beberapa potensi, yaitu potensi intelektual, potensi organisme, potensi spiritual, serta potensi inovasi dan kreativitas. Ansor magang Jepang hanya ada tiga, salah satunya ada di Tulungagung, maka itu harus dilanjutkan,” tutur HM Hasan Bisri.
Kegiatan ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan Ansor di Tulungagung yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman melalui sinergi antara nilai-nilai pesantren dan inovasi teknologi serta kewirausahaan. [ian]






