Jember (beritajatim.com) – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menargetkan medali perak dan perunggu dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII di Sidoarjo tahun ini.
Mengirimkan enam orang atlet, PBSI Jember berharap bisa meraih medali perak untuk nomor tunggal putra dan medali perunggu untuk tunggal putri. Para atlet yang berangkat ke Sidoarjo adalah Abkharin Fauziyah (tunggal putri), Muhammad Dicky, Audra Teguh Prayoga, Haikal Ramadhana Batangriyan (tunggal putra), Aldif, Aldi Hilman (ganda putra).
Haikal adalah peraih medali perunggu dalam Porprov VII tahun 2023 di Jember untuk tunggal putra dan ganda campuran. Namun untuk tahun ini, PBSI Jember tak bisa berharap memperoleh medali ganda campuran. Hal ini dikarenakan Indy Eprita Salza Nabilah, duet Haikal peraih medali perunggu ganda campuran porprov tahun lalu, tidak bisa diturunkan. Ia memilih untuk berkonsentrasi kuliah kedokteran.
Sementara itu Abkharin, satu-satunya pebulutangkis putri Jember yang dikirim ke porprov, baru berusia 17 tahun. Dia tergolong atlet taruna, mengingat pebulutangkis yang tampil di porprov dibatasi usia maksimal 23 tahun. “”Jadi kami tidak memasang target di ganda campuran,” kata Surya Budi Faya, anggota tim formatur PBSI Jember.
“Tapi bukan berarti kami tidak sama sekali mengikuti. Kami akan lihat dulu perkembangannya dalam porprov bagaimana. Kami memperhitungkan stamina kalau ada yang main di dua nomor atau lebih. Kami evaluasi dulu,” kata Surya.
Formatur PBSI Jember Ervan Friambodo mengakui susahnya mencari atlet putri untuk nomor ganda putri dan ganda campuran. Setelah Indy memilih kuliah, PBSI sudah tidak memiliki stok atlet putri untuk ganda campuran. “Abkharin itu atlet tunggal putri. Kami akan bahas lagi, mana yang secara persentase memungkinkan meraih medali,” katanya.
Pelatihan yang terfokus sesuai program KONI belum terlaksana saat ini. “Tapi dalam keseharian atlet, mereka tetap berlatih. Ini di luar latihan yang dianggarkan KONI Jember. Pemusatan latihan menunggu jadwal KONI karena terkait dengan anggaran,” kata Surya.
Tak hanya berlatih, PBSI Jember juga mendatangkan pebulutangkis-pebulutangkis berkelas nasional untuk memotivasi para atlet Jember, seperti Agrippina Prima Rahmanto Putera, pebulutangkis gimbal yang pernah berada di peringkat 24 dunia ganda putra bersama Marcus Gideon. “Bulan depan mungkin kami bisa datangkan Fitriani, tunggal putri Indonesia, yang kemarin kami ajak dalam Tim Reformasi Jember PBSI,” kata Ervan.
Ervan berharap klub-klub perkumpulan bulutangkis juga berbenah untuk memperbaiki prestasi. “PBSI organisasi yang hanya membuat regulasi. Pembinaan ada pada tanggung jawab klub. Klub harus berlomba-lomba. Ada diskusi dan ada yang perlu dikomunikasikan dengan PBSI, silakan,” katanya.
Ervan mengatakan, dalam porprov tahun lalu, ada 13 atlet yang diterjunkan dengan hasil dua medali perunggu. “Ini murni pembinaan kami di kabupaten. Tidak atlet luar. Sebenarnya kami mampu menciptakan atlet-atlet dari Jember, tapi dengan konsistensi anggaran pribadi dan mandiri yang kuat,” katanya. [wir]






