Jember (beritajatim.com) – Ratusan orang bocah dan remaja mengikuti kejuaraan kabupaten (kejurkab) bulutangkis yang digelar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Gelangan Olahraga Argopuro, 17 – 19 November 2023.
Wakil Ketua III PBSI Jember Joyo Utomo mengatakan, kejurkab ini digelar rutin sejak 2015. “Bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya adalah tahun ini peserta tidak dikenai biasa alias gratis dan pendaftaran dilakukan secara online,” katanya.
Jumlah peserta pun membludak hingga 210 orang atlet datri kelompok usia pradini yakni 8 tahun hingga usia dewasa 19 tahun. “Jumlah pendaftar ini melampaui ekspektasi kami,” kata Joyo.
PBSI menyelenggarakan kejurkab ini sebagai bagian dari pembinaan atlet di Jember. “Kalau bisa dari Jember, ada atlet yang bisa go national dan international,” kata Joyo.
Ketua PBSI Jember Ervan Priambodo mengatakan, pendaftaran secara daring atau online menjadi bagian dari pendataan profil pemain. “Kalau terealisasi positif, saya bisa menggelar kejurkab dua kali untuk mengakomodasi potensi-potensi di bawah untuk bisa menjadi profesional,” katanya.
Banyaknya peserta ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap cabang olahraga bulutangkis semakin meningkat. Joyo berharap tak hanya atlet putra berbakat yang muncul, namun juga pebulutangkis putri. Ia mengakui selama ini Jember kesulitan memperoleh talenta-talenta bulutangkis dari sektor putri.
“Memang pembinaan atlet perempuan berat. Ini tak hanya berlaku di Jember. Saya lihat di kota-kota lain sama saja. Ini pekerjaan rumah untuk PBSI,” kata Joyo.
Sementara itu, ketua panitia Yudi Hartono menambahkan, kegiatan tersebut tidak dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sama sekali. “Ini terselenggara murni berkat kerja sama kepanitiaan dengan PBSI Jember dibantu teman-teman donatur. Dana yang dibutuhkan hampir Rp 30 juta untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya.
Yudi menyebut kejurkab itu diselenggarakan dengan kenekatan. “Karena memang Ketua PBSI dan teman-teman pengurus sepakat ini adalah agenda tahunan yang harus dilaksanakan, ya wis sambil bondo nekat ini kita laksanakan,” katanya.
Yudi berharap ada kepedulian dari Pemkab Jember untuk memperhatikan pembinaan atlet bulutangkis dengan memberikan sejumlah dana. “Dengan demikian nanti dalam kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional, adik-adik ini bisa lebih berprestasi lagi untuk mendulang emas,” katanya.
“Kalau ditarget emas tapi tidak dibina dan dibantu, lha ini. Harapannya nanti ada sinergi. Dari tahun ke tahun sebetulnya ini sudah disampaikan. Mudah-mudahan informasi ini masuk ke Pemkab Jember,” kata Yudi.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember Sutikno memuji langkah pembinaan PBSI. “Saya tahu atlet-atlet bulutangkis Jember sangat dikenal di tingkat nasional dan internasional. Pengurusnya harus betul-betul kuat mental, kuat segalanya,” katanya, berharap dari kejurda Jember muncul bibit-bibit berprestasi. [wir]






