Surabaya (beritajatim.com) – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (SPS Unair) menggandeng Bupati Lamongan dan Bupati Gresik untuk memperkokoh stabilitas ekonomi Jawa Timur. Langkah ini mengoptimalkan peran strategis alumni dalam merancang kebijakan publik yang berdampak luas.
Direktur SPS Unair Prof Achmad Chusnu Romdhoni menilai keterlibatan alumni sangat krusial bagi keberlanjutan bangsa. Pihaknya kini mengambil peran sebagai jembatan yang menyatukan beragam potensi daerah.
“Jadi employer meeting ini adalah salah satu gagasan yang kita coba untuk menghadirkan alumni tapi yang memang menjadi pemangku kebijakan di Indonesia,” ujar Romdhoni, Kamis (9/4/2026).
SPS Unair berupaya mengintegrasikan ide para pemimpin daerah untuk menjaga ketahanan ekonomi regional. Forum ini menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dengan pengambil keputusan di berbagai sektor.
“Di sinilah kami berupaya agar SPS Unair ini bisa sebagai kolaboratornya atau sebagai manajer. Connecting the dot of the power of alumni,” tuturnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Effendi memaparkan keberhasilan wilayahnya dalam memacu sektor agro-maritim. Lamongan mencatatkan produksi padi sebesar 1,33 juta ton pada 2025 yang memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Penguatan agro maritim di Kabupaten Lamongan terus kita dorong menjadi sumber kekuatan utama karena kita punya potensi pertanian dan perikanan yang luar biasa,” kata Yuhronur.
Ia menekankan bahwa pengelolaan potensi lahan harus berjalan dari hulu hingga hilir secara terintegrasi. Keunggulan kualitas sumber daya manusia petani setempat menjadi faktor kunci produktivitas yang melampaui wilayah lain.
“Yang membedakan adalah kinerja sumber daya manusianya memang megilan. Sumber daya manusia yang jika dikelola dengan baik tentu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menonjolkan posisi strategis wilayahnya sebagai pusat industri dan logistik nasional. Dukungan belasan pelabuhan aktif menjadikan Gresik sebagai urat nadi distribusi barang di Jawa Timur.
“Gresik menjadi salah satu pusat distribusi barang dan aktivitas ekspor-impor,” tegas pria yang akrab disapa Gus Yani tersebut.
Pengembangan kawasan industri terintegrasi seperti JIIPE terus dipacu untuk menopang pertumbuhan kawasan metropolitan. Gus Yani meyakini kepemimpinan kolaboratif mempercepat penguatan rantai pasok dalam aktivitas perdagangan regional.
“Gresik berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui sektor industri, perdagangan, dan logistik,” pungkasnya. [ipl/suf]






