Bangkalan (beritajatim.com) – Penerapan kembali sistem parkir berlangganan di Kabupaten Bangkalan belum sepenuhnya diyakini mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan secara terbuka mengaku pesimis program tersebut mampu menyumbang PAD sebesar Rp7,4 miliar sebagaimana yang telah ditetapkan.
Dishub menilai target tersebut tidak realistis jika dibandingkan dengan potensi riil parkir di lapangan. Berdasarkan perhitungan internal, Dishub memperkirakan penerimaan maksimal dari sektor parkir berlangganan hanya berada di kisaran Rp3,18 miliar.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, target Rp7,4 miliar itu terlalu tinggi. Hitungan realistis kami maksimal sekitar Rp3,18 miliar,” ujar Kepala Dishub Bangkalan, Moh Hasan Faisol, Kamis (15/1/2026).
Pesimisme Dishub dipicu oleh terbatasnya cakupan parkir berlangganan yang hanya berlaku pada parkir tepi jalan umum.
Sementara itu, sebagian besar aktivitas parkir di Bangkalan justru berada pada kategori parkir khusus dan parkir insidentil yang tidak termasuk dalam skema berlangganan.
Selain itu, Dishub juga mengakui masih kuatnya kebiasaan parkir tidak tertib di tengah masyarakat yang selama ini sulit dikendalikan.
“Parkir di Bangkalan ini sudah menjadi kebiasaan lama. Mengubahnya tidak bisa instan,” tambahnya.
Meski demikian, Dishub menegaskan tetap menjalankan kebijakan parkir berlangganan sebagai keputusan pemerintah daerah.
Dishub menilai keberhasilan program ini seharusnya tidak semata diukur dari capaian target PAD, melainkan dari perbaikan sistem dan peningkatan ketertiban parkir. [sar/but]






