Surabaya (beritajatim.com) – Laporan terbaru dari World Travel & Tourism Council (WTTC) pada tahun 2024 memprediksi tahun yang fantastis bagi pariwisata Indonesia.
Industri pariwisata diramalkan akan melebihi pencapaian tahun 2019 dengan jumlah lapangan kerja yang mencapai lebih dari 12,5 juta orang.
Tak hanya lapangan kerja, data tahunan WTTC juga memperkirakan sektor pariwisata Indonesia akan dipenuhi peluang. Kontribusi ekonomi dan pengeluaran wisatawan domestik diprediksi akan mencetak rekor baru.
Angka terbaru menunjukkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan akan melampaui Rp 1.131 triliun pada tahun ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu 12,3% dari tahun sebelumnya dan 7,7% lebih tinggi dari puncaknya di tahun 2019.
Torehan ini mencerminkan peran penting pariwisata, yang berkontribusi sebesar 5,1% terhadap PDB nasional.
Sementara itu, pengeluaran wisatawan domestik diproyeksikan mencapai rekor Rp 344 triliun, melampaui level 2019 sebesar 9,7%. Pengeluaran wisatawan mancanegara diperkirakan naik menjadi Rp 291 triliun (USD 19,1 miliar), meskipun masih 5,4% di bawah level 2019.
Indonesia menawarkan iklim yang terbuka dan ramah untuk investasi pariwisata, dengan berbagai keuntungan bagi para investor. Kebijakan pemerintah yang terbuka dan langkah-langkah pendukung mendorong investasi dalam infrastruktur pariwisata, sehingga membuka peluang besar untuk pertumbuhan dan keuntungan ekonomi.
Presiden & CEO WTTC, Julia Simpson, mengatakan pertumbuhan luar biasa sektor pariwisata Indonesia merupakan indikator jelas dari visi strategis dan komitmen pemerintah terhadap sektor ini.
“Kebijakan pemerintah telah mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif untuk investasi dan pembangunan, yang secara signifikan meningkatkan status Indonesia sebagai destinasi wisata utama.”kata Julia.
Kilasan Tahun 2023
Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pemulihan yang kuat tahun lalu, tumbuh 29,5% menjadi hampir Rp 1.008 triliun, yang setara dengan 4,8% dari output ekonomi nasional.
Lebih dari 543.000 lapangan kerja baru tercipta di sektor ini, sehingga totalnya mencapai lebih dari 12 juta, hanya 2,3% di bawah level 2019.
Pengeluaran wisatawan mancanegara mengalami peningkatan yang signifikan tahun lalu, naik 121,2% menjadi Rp 238 triliun. Sementara pengeluaran wisatawan domestik tumbuh 8,2% menjadi Rp 321,4 triliun.
Bagaimana Dekade Berikutnya?
Pada tahun 2034, sektor pariwisata diperkirakan akan berkontribusi hampir Rp 1.828 triliun per tahun terhadap PDB Indonesia, yang mewakili 5,3% dari ekonomi nasional. Lapangan kerja diproyeksikan melebihi 17 juta, dengan satu dari sembilan orang bekerja di sektor pariwisata.
Di Seluruh Asia Tenggara
Tahun ini, sektor pariwisata Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 20,6% menjadi Rp 5.800 triliun, mewakili 9,7% dari ekonomi kawasan dan melampaui puncak tahun 2019.
Jumlah lapangan kerja diperkirakan mencapai lebih dari 42,4 juta, mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 5,6% dan melampaui level 2019.
Pengeluaran wisatawan mancanegara diperkirakan tumbuh sebesar 33,2% menjadi Rp 2,3 triliun, tertinggal dari level 2019. Sementara pengeluaran wisatawan domestik diperkirakan tumbuh hampir 15,8% menjadi Rp 2,8 triliun, naik 6,7% dari level 2019.
WTTC memperkirakan bahwa pariwisata di seluruh kawasan akan terus tumbuh selama dekade berikutnya dengan kontribusi PDB yang akan mencapai hampir Rp 9,9 triliun. Lapangan kerja diperkirakan akan melebihi 56,5 juta, menciptakan lebih dari 14 juta pekerjaan baru. (ted)






