Jakarta (beritajatim.com) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI masih terus memantau situasi konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja, yang dapat memengaruhi keputusan Indonesia dalam mengikuti ajang SEA Games 2025.
SEA Games edisi ke-33 itu dijadwalkan berlangsung di Thailand pada 9–25 Desember 2025. Namun, ketegangan di perbatasan kedua negara yang terus meningkat membuat Indonesia mengambil sikap hati-hati.
“Kami di Kemenpora bersama NOC Indonesia terus memantau perkembangan terbaru terkait konflik Thailand-Kamboja untuk jadi pertimbangan keputusan keikutsertaan Indonesia di SEA Games,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo di Jakarta.
Dito mengungkapkan, kondisi perang antara Thailand dan Kamboja masih berlangsung. Berdasarkan laporan terbaru dari Thailand per Minggu (27/7/2025) lalu, bentrokan bersenjata masih terjadi dan jumlah korban tewas telah mencapai sedikitnya 35 jiwa.
Meski demikian, pemerintah belum mengambil keputusan resmi apakah akan mengirim kontingen ke Thailand atau tidak. Semua akan bergantung pada eskalasi konflik dan jaminan keamanan dari negara tuan rumah.
“Indonesia belum membuat keputusan akhir, tetapi kami akan menempuh langkah terbaik sesuai perkembangan situasi di lapangan,” tegas Dito.
Kendati konflik belum mereda, Indonesia tetap melanjutkan persiapan atlet melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk menghadapi ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.
“Prinsipnya, kami tetap menyiapkan atlet-atlet terbaik agar siap tampil jika kondisi memungkinkan,” tambah Menpora. (faw/ian)






