Ringkasan Berita:
- Air laut surut di Pantai Pidakan, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, dimanfaatkan warga dan wisatawan untuk mencari hasil laut.
- Warga mencari kerang, bulu babi, hingga rumput laut di sela-sela hamparan batu karang yang terlihat saat air surut.
- Aktivitas mencari hasil laut berlangsung pada Rabu (30/9/2026) sore. Sejumlah warga mulai turun ke kawasan karang sekitar pukul 15.00 WIB.
- Pengelola retribusi Pantai Pidakan menyebut jumlah pengunjung meningkat saat air laut surut.
Pacitan (beritajatim.com) – Air laut surut di Pantai Pidakan, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, dimanfaatkan warga dan wisatawan untuk berburu berbagai hasil laut. Kerang, bulu babi, hingga rumput laut menjadi buruan ketika hamparan batu karang yang biasanya berada di bawah permukaan air mulai terlihat.
Fenomena tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026) sore. Sejumlah warga terlihat turun ke kawasan karang dengan membawa sabit, pisau, serta wadah dari rumah. Mereka mencungkil kerang yang menempel di sela-sela batu karang untuk kemudian dibawa pulang dan dimasak sebagai lauk.
Salah seorang warga setempat, Sumarni, mengatakan aktivitas mencari kerang dilakukan ketika air laut sedang surut. Ia biasanya mulai mencari hasil laut sekitar pukul 15.00 WIB dan kembali sekitar dua jam kemudian.
“Ambil kerang untuk dimasak, mumpung surut,” kata Sumarni.
Menurutnya, kerang yang didapat dapat diolah sesuai selera. Sebagian warga memasaknya dengan cara dibotok, sementara lainnya memilih menggoreng atau mengolahnya menjadi menu rumahan lainnya.
“Tinggal selera, kalau dibotok ya dibotok, kalau digoreng ya digoreng,” jelasnya.
Tak hanya kerang, warga juga memanfaatkan surutnya air laut untuk mencari bulu babi. Bulu babi yang terkumpul kemudian dibersihkan dan diambil bagian yang dapat dikonsumsi sebelum dibawa pulang.
Sementara itu, pengelola retribusi masuk Pantai Pidakan, Sutarni, mengatakan fenomena air laut surut turut membuat jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Sejumlah pengunjung bahkan sengaja datang untuk mencari rumput laut dan hasil laut lainnya.
Ia menambahkan, kondisi air laut yang surut membuat jumlah pengunjung Pantai Pidakan terlihat lebih ramai dibandingkan hari biasa.
“Lumayan ada peningkatan pengunjung,” jelasnya.
Selain dimanfaatkan untuk mencari hasil laut, surutnya air di Pantai Pidakan juga menyuguhkan pemandangan berbeda. Hamparan batu karang yang biasanya berada di bawah permukaan air kini terlihat membentang dan mengering.
Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan. Mereka dapat menikmati kawasan pantai dari sisi berbeda sekaligus melihat langsung berbagai biota laut yang biasanya tersembunyi ketika air pasang. [tri/beq]






