Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan panggung ekonomi kreatif (ekraf) yang semula direncanakan di eks pasar lanang, kini diganti ke tempat yang baru. Tempat baru yang dimaksudkan yakni di kawasan Stadion Batoro Katong Ponorogo. Tepatnya di lokasi pedagang kaki lima (PKL) berjualan atau barat Stadion Batoro Katong.
Kemacetan yang nantinya ditimbulkan di sekitar pasar lanang menjadi alasan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo mengganti lokasi pendirian panggung ekraf yang merupakan bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Lokasi pembangunan panggung ekraf bantuan dari Kemenparekraf, kita pindah ke kawasan Stadion Batoro Katong. Jadi tidak jadi menggunakan lahan eks pasar lanang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Senin (22/04/2024).
Perubahan lokasi pembangunan panggung ekraf itu, sudah dipertimbangkan betul oleh Disbudparpora Ponorogo. Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto nantinya akan menjadi kendala tersendiri, jika panggung itu tetap dibangun di lokasi eks pasar lanang. Sebab, lokasinya berada di pojokan jalan HOS Cokroaminoto.
“Dikhawatirkan jika ada cara pertunjukan kesenian maupun budaya yang digelar di panggung ekraf kemacetan akan tercipta di ruas-ruas jalanan itu,” katanya.
Lokasi pembangunan panggung ekraf yang baru ini, kata Judha di tempat PKL yang berjualan di barat Stadion Batoro Katong. Sehingga, PKL yang berada di barat stadion, nantinya akan dipindah.
Untuk diketahui sebelumnya, eks
pasar lanang rencananya akan dibangun panggung ekonomi kreatif (ekraf). Pembangunan rencananya akan dilakukan tahun ini, dengan sumber dana bantuan apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) senilai 1,4 miliar rupiah.
“Dana Rp1,4 miliar itu untuk membangun panggung kreatif ini. Dana pembangunan merupakan bantuan apresiasi dari Kemenparekraf sebagai pengakuan atas status Ponorogo sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia,” kata Judha. [end/but]






