Gresik (beritajatim.com)- Dalam rangka 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Dinas Pertanian menggelar pameran dan kontes bonsai tingkat nasional di halaman Kantor Pemkab Gresik. Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 13 Mei 2025 ini menggandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan diikuti oleh para penggemar bonsai dari berbagai daerah.
Plt Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menyebutkan bahwa kontes ini merupakan yang pertama kalinya digelar di tingkat nasional. Ia mengaku terkejut mengetahui nilai ekonomi tanaman bonsai yang bisa mencapai ratusan juta rupiah per pohon.
“Ada 1001 tanaman bonsai berbagai jenis. Semakin digemari ternyata harganya semakin mahal. Ini yang saya baru tahu,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Tanaman yang dipamerkan antara lain jenis waru, anting putri, loa, beringin, hingga rengel. Beberapa di antaranya diperkirakan memiliki harga jual antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.
Menurut Alif, pengembangan bonsai juga dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya untuk mengurangi angka pengangguran. Ia menyoroti Desa Petung, Kecamatan Panceng, sebagai salah satu sentra bonsai yang tengah berkembang pesat.
“Kalau diseriusi ternyata bonsai bisa menghasilkan cuan. Tahun depan bisa dibuat workshop agar ilmunya ditularkan,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindhito Putro, menyatakan bahwa acara ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga untuk mem-branding Gresik sebagai sentra tanaman hias dan sarana edukasi tentang seni bonsai.
“Nilai ekonomisnya tinggi. Ini bisa menjadi potensi unggulan,” jelasnya.
Salah satu peserta kontes, Muhammad Son Haji dari Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, mengaku telah lama menekuni hobi merawat bonsai. Ia mengikuti kontes dengan membawa tanaman jenis santigi di kelas pratama.
“Merawat bonsai itu butuh ketelatenan dan memahami karakter pertumbuhannya. Dari situ seni akan muncul. Bonsai saya jenis setigi, harganya bisa mencapai Rp 25 juta,” ujarnya.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Harapannya, bonsai tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. [adv/dny/but]






