Ponorogo (beritajatim.com) – Pameran bonsai di depan Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo selalu dibanjiri pengunjung. Pameran yang dilakukan dari tanggal 10 hingga 17 Juli 2023 ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2023.
Pesertanya pun tidak hanya dari Ponorogo, namun banyak yang dari luar kota. Ada dari kota/kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan hingga Bali dan Kalimantan Barat (Kalbar). “Peserta yang ikut pameran bonsai ini ada yang dari Jatim, Jawa Tengah. Untuk peserta terjauh ada dari Bali dan Kalimantan Barat (Kalbar),” kata Ketua Panitia Pameran Bonsai, Rudi Sugiarto, Minggu (16/7/2023).
Tidak hanya dipamerkan, ratusan bonsai ini juga dilombakan dengan berbagai kriteria. Misalnya bonsai yang sudah jadi maupun bonsai yang masih setengah jadi. Penilaiannya dari segi penampilan, kematangan dan kerapian. “Sebagai penyemangat saat pameran, bonsai ini juga dilombakan. Dinilai daru penampilan, kematangan dan kerapiannya,” kata Rudi yang juga menjabat sebagai kepala Desa Tatang Kecamatan Balong Ponorogo itu.
BACA JUGA:
Grebeg Suro, Mahakarya Ponorogo Menjadikan Reog Mendunia
Bonsai yang dipamerkan di depan Pendopo Agung Pemkab Ponorogo ini usianya rata-rata 10 hingga 15 tahun lebih. Untuk ukurannya pun beragam, ada yang tingginya 15 centimeter, hingga 60 centimeter. Jenis pohonnya pun bisa dari tanaman Serut, Beringin, Ficus dan jenis tanaman lain. “Kebanyakan tanaman bonsai ini daru jenis Serut, Beringin dan Ficus,” katanya.
Pameran bonsai rutin digelar setiap tahun pada kegiatan Grebeg Suro. Diakui Rudi bahwa jumlah peserta pameran bonsai cenderung menurun jika dibandingkan dengan kegiatan serupa pada tahun lalu. Namun, dari segi kualitas bonsai, pameran tahun ini jauh lebih bagus. “Harganya ya bisa puluhan hingga ratusan juta,” ungkap Rudi.
Seni mengkerdilkan tanaman yang berasal dari Jepang ini terbukti masih banyak diminati masyarakat. Tak kurang dalam sehari, pengunjung pameran bonsai dalam rangkaian Grebeg Suro bisa tembus lebih dari 1.000 orang. Mereka yang menyukai seni dan tanaman tentu tidak melewatkan pameran ini. Bonsai memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Tidak heran peserta pameran bonsai hingga dari Bali maupun Kalimantan Barat (Kalbar). [end/suf]






