Pamekasan (beritajatim.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, untuk mewujudkan keasrian dan keindahan kota melalui ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) mulai tersendat. Penyebabnya, ada pemotongan ranting dan dahan pohon di berbagai titik di wilayah setempat.
Bahkan di sejumlah titik area perkotaan tidak lagi terlihat asri dan teduh. Progres pemotongan ranting pohon cukup massif yang dilakukan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah titik kota mulai tampak terasa panas dan silau tanpa keberadaan dahan dan daun pohon di pinggir jalan, yang notabene diprioritaskan sebagai titik RTH di wilayah setempat.
Hal tersebut seperti di sepanjang Jl Diponegoro, Jl Jokotole, Jl Segara, area alun-alun kota Monumen Arek Lancor, serta beberapa titik lainnya di Pamekasan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”dprd-pamekasan”]
Kondisi tersebut memancing reaksi dari sejumlah pihak, salah satunya Ketua Komisi 3 DPRD Pamekasan, Maskur Rasid yang sangat menyayangkan aksi pemotongan ranting pohon yang mengakibatkan area RTH tidak lagi asri dan sejuk.
“Visi misi bupati Pamekasan Asri dengan kerindangan pepohonan ini, justru dirusak dengan pemotongan pohon dan mengurangi kadar O2 yang memang sangat dibutuhkan,” kata Maskur Rasid, Senin (19/9/2022).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, juga menilai langkah pemotongan pohon mengakibatkan suasana kota tidak lagi asri dan teduh. “Suasana teduh di sepanjang jalan protokol sangat dibutuhkan, apalagi suhu di Pamekasan sangat panas. Anehnya, pemotongan dahan pohon dilakukan saat musim kemarau,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-pamekasan”]
“Dari itu, teknik penebangan seharusnya dipertimbangkan secara matang, artinya bisa dengan cara dirapikan dulu. Bukan justru digunduli (potong bersih) seperti saat ini,” jelasnya.
Tidak hanya itu, proses pemotongan ranting dan dahan pohon tersebut juga dilakukan di siang hari dan mengakibatkan aktivitas warga terganggu. “Setidaknya pemotongan itu dilakukan malam hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan dan trotoar,” pungkasnya.
Sementara Kepala DLH Pamekasan, Cahya Wibawa belum bisa dimintai konfirmasi seputar progres pemotongan ranting dan dahan pohon di sejumlah titik perkotaan di wilayah setempat, khususnya di titik RTH di Pamekasan. [pin/beq]






