Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah laptop atau komputer Anda tiba-tiba eror bahkan mati total karena terserang virus? Ada kemungkinan hal tersebut merupakan ulah hacker atau peretas. Hacker merupakan seseorang yang memiliki skill pemograman jaringan yang mampu meretas dan menerobos sistem keamanan komputer. Tidak hanya per orangan, bahkan ada beberapa negera yang memiliki kelompok hacker handal dan paling ditakuti.
Walaupun ada banyak jenis hacker, namun yang paling terkenal sekaligus dihindari adalah black hat hacker. Hacker ini dapat merujuk pada siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses illegal ke sistem atau jaringan untuk melakukan kejahatan. Seorang black hat hacker biasanya mencuri informasi atau identitas seseorang dengan maksud menjatuhkan sistem atau bahkan meminta uang tebusan. Berikut ini beberapa Negara yang terkenal memiliki hacker handal seperti dilansir dari Pouted, Senin (6/9/2021):
China
Para ahli sepakat menetapkan China sebagai Negara yang memiliki jumlah hacker terbanyak. Sebagian besar serangan cyber yang dialami di internet dilaporkan berasal dari Negara ini. Sumber lain mengatakan para peretas china bahkan bisa lebih kaya dari penjual narkoba. Salah satu kelompok hacker paling ditakuti di China bernama ‘network crack program hacker group’ yang telah dibentuk sejak tahun 1994 di zi gong.
Amerika Serikat
Kelompok hacker Amerika Serikat pernah meng-hack situs-situs milik organisasi penting milik pemerintah seperti FBI, CAI, CSN, dll. Contoh kasus lain peretasan juga terjadi saat penanaman Trojan di pembangkit listrik tenaga nuklir Iran untuk membuat sentrifugal terganggu. Selain itu sekitar 10% dari serangan cyber yang dialami di dunia saat ini telah dilacak berasal dari Negara ini. Beberapa kelompok hacker yang paling disegani adalah topi abu-abu, wikileaks, anonymous, dan master of deception.
Turki
Selama sepuluh tahun terakhir, Turki mengalami perkembangan pesat soal teknologi, apalagi dalam hal hacking. Perkembangan tersebut menempatkan Negara ini pada urutan ketiga di antara negara-negara lain di dunia. Persentase kejahatan dunia maya yang dialami beberapa Negara yang dapat ditelusuri hingga ke Turki adalah sekitar 4,7%. [rsf/esd]






