Magetan (beritajatim.com) – Sebuah truk muatan pupuk 8 ton gagal mennanjak hingga terguling di Jalan Raya Alastuwo-Genilangit pada Rabu (7/12/2022). Lokasi tepatnya di depan SMKN Poncol, Kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
Diduga sopir tak menguasai medan dan mengandalkan google map untuk menuju ke Wonogiri. Truk nopol P 9644 UQ yang dikendarai oleh Riyadus Sholihin (35) Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu terguling dan muatannya tumpah ke jalan.
Kapolsek Poncol, AKP Sukarno mengungkapkan, truk melaju dari arah Alastuwo menuju Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ketika melewati tanjakan di barat SMKN Poncol, truk tidak kuat menanjak sehingga mundur dan terguling.
“Gagal menanjak karena diduga sopir tidak tahu medan. Muatan berupa pupuk bersubsidi tumpah ke jalan dan sebagian kemasannya rusak, ini kami pinggirkan untuk kemudian dipindahkan ke truk lain,” kata Sukarno.
[berita-terkait number=”5″ tag=”magetan”]
Si sopir mengaku jika menggunakan aplikasi Google Maps karena baru pertama kali lewat jalur tersebut. Dia sama sekali tidak tahu kondisi jalan, ditambah muatan terlalu berat sehingga tidak kuat menanjak
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, korban luka juga nihil. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta,” kata Sukarno.

Diketahui, kerap terjadi kecelakaan di lokasi tersebut, imbas kendaraan tak kuat menanjak. Sukarno mengimhbau para pengguna jalan lebih berhati-hati dan tidak asal menggunakan Google Maps jika membawa muatan berat atau tidak menguasai medan.
Bukan pertama kali kendaraan muatan celaka di Magetan karena Google Maps. Pertama yakni, truk muatan pipa besi yang mengalami gangguan fungsi rem hingga menabrak warung di Telaga Wahyu.
Berlanjut truk muatan ayam yang juga gagal menanjak di jalan desa Durenan. Kemudian, juga truk muatan pakan ternak yang terguling karena gagal menanjak di tanjakan Ngerong, Desa Dadi, Plaosan, Magetan. [fiq/beq]






