Bojonegoro (beritajatim.com) – Pedagang di Pasar Daerah Maju Raya unit Mejuwet Sroyo banyak yang mengeluh setelah bangunan direvitalisasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Bojonegoro. Mereka mengeluh pembeli justru semakin sepi, terutama yang berada di lantai dua.
Kepala Paguyuban Pedagang Pasar Daerah Maju Raya Unit Mejuwet Sroyo Abdul Aziz (45) mengatakan, sepinya pembeli yang dikeluhkan para pedagang di lantai dua pasar yang terletak di Jalan Raya Babat Bojonegoro Desa Sroyo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro itu sudah lama disampaikan kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro.
“Pedagang mintanya ada solusi dari dinas perdagangan karena kondisinya sepi, yang jelas untuk pedagang yang ada di lantai atas minta di bawah. Pedagang lesehan yang di lantai atas sudah turun karena sepi dan merugi,” ujarnya, Senin (22/8/2022).
Selain itu, setelah direvitalisasi, pedagang sebelumnya juga menolak kebijakan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro untuk mengundi pemilihan lapak pasar. “Namun justru paguyuban mendapat ancaman dari dinas perdagangan, karena alasannya tidak mentaati aturan dari dinas perdagangan,” terangnya.
Diketahui, dari data paguyuban pedagang sendiri total yang ada di lantai 2, sampai saat ini masih ada 30 orang pedagang yang turun dan beberapa pedagang lesehan sudah turun. Sementara ada sekitar 35 pedagang yang bertahan. “Beberapa kali pedagang minta mediasi namun belum mendapat respon. Sehingga pedagang madul kepada Wabup,” terangnya.
Salah seorang pedagang, Suhadak mengungkapkan sejak adanya revitalisasi pasar kondisinya justru semakin sepi pembeli. Sepinya pembeli itu indikasi dari para pedagang karena pembangunan dibuat lantai dua. “Faktor utama yang mempengaruhi adalah pembangunan pasar,” terangnya.
Pembangunan pasar itu, menurutnya juga tidak sesuai kesepakatan awal dari pedagang. Pedagang asal Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro itu menilai justru pasar penampungan yang digunakan saat pembangunan pasar berlangsung yang ada di daerah Kepohwates-Kedungadem lebih ramai dan menguntungkan.
“Kami meminta kepada dinas perdagangan untuk kooperatif memenuhi keinginan pedagang,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bojonegoro”]
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Sukaemi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis dan diunggah.
Untuk diketahui, peresmian Pasar Sroyo dilakukan pada 8 Januari 2021 oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah. Dalam keterangannya saat peresmian itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Sukaemi mengatakan bahwa Pasar Daerah Maju Raya ini merupakan dua perpaduan Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Kanor.
Pasar Maju Raya sendiri dibangun seluas 2932 meter persegi dengan dua lantai. Lantai satu terdiri dari toko, bidak, kios dan lesehan sebanyak 180 unit sedangkan lantai dua sebanyak 229 unit. Sehingga jumlah semuanya sebanyak 409 unit.
Selain itu, menurut Sukaemi, untuk sarana prasarana lainnya juga disiapkan trolly atau keranjang bagi masyarakat untuk mempermudah saat berbelanja di pasar. “Untuk sarana umum kami juga sudah menyiapkan, diantaranya ada 9 kamar mandi, sarana atau akses bagi penyandang disabilitas, serta tempat cuci tangan,” terang Sukaemi. [lus/but]






