Pasuruan (beritajatim.com) – Menjelang berakhirnya musim libur sekolah, banyak wisata di Kabupaten Pasuruan yang dipadati oleh wisatawan. Kepadatan wisatawan ini diharapkan akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, pihaknya optimis dengan target PAD dari sisi wisata. Tak hanya tercapai PAD yang sudah ditargetkan, Agus juga optimis PAD dari sektor wisata ini akan melampaui target.
“Tentunya ini tak luput dari antusias masyarakat yang telah mengunjungi Kabupaten Pasuruan. Dengan antusias masyarakat yang tinggi saat mengunjungi wisata di Kabupaten Pasuruan, kami optimis akan melebihi target yang sudah ditentukan,” jelas Agus.
Agus juga menjelaskan pada 2024 ini sektor pariwisata untuk PAD targetnya ditambah. Dari yang semula hanya ditarget Rp650 juta kini bertambah menjadi Rp700 juta. Sehingga hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri Pemkab Pasuruan dalam sektor wisata.
Bahkan dalam pertengahan Mei 2024 lalu, PAD sudah masuk sebesar Rp 426.964.000 yang dimana pendapatan ini jika diprosentasikan sudah mencapai 61 persen. Angka ini menunjukkan tren positif dan potensi besar untuk mencapai target yang ditetapkan.
”Disamping itu tiga sektor wisata unggulan yang diandalkan Pemkab Pasuruan, yaitu Gunung Bromo, Ranu Grati, dan Banyubiru. Ketiga destinasi ini telah terbukti menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” katanya.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Pasuruan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor wisata. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas infrastruktur di sekitar objek wisata. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.
Selain itu, Pemkab Pasuruan juga melakukan promosi wisata secara gencar, baik melalui media online maupun offline. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan awareness wisatawan terhadap potensi wisata di Kabupaten Pasuruan. [ada/beq]






