Malang (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menggelar konferensi internasional untuk membahas penanganan penyakit kardiovaskular dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Pertemuan tingkat dunia bernama International Conference on Biomedical and Pharmaceutical Science and Technology (ICOBIPST) 2022 mengangkat tema “Current Innovation and Technology in Cardiovascular Disease Management”. Konferensi internasional tersebut berlangsung selama dua hari pada 1-2 Oktober 2022.
Ada sejumlah pembahasan pada ajang ICOBIPST 2022. Di antaranya perkembangan terkini penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah dari perspektif kemajuan teknologi serta pendekatan dari segi biomedik dan farmasi.
Ketua panitia ICOBIPST, Saifur Rohman menjelaskan pemilihan tema dan tajuk konferensi internasional tersebut. “Ini adalah sebuah seminar internasional yang berfokus di bidang molekuler. Molekuler itu sebuah ilmu sub bidang dari biologi yang berbicara tentang molekul, terapi, dan advance teknologinya,” terang Saifur.
Dia memang tema tentang inovasi dan teknologi penyakit kardiovaskular diusung lantara negara Indonesia ini kematian akibat jantungnya sangat tinggi. Bahkan, penyakit jantung sebagai beban tertinggi di BPJS.
“Ini menjadi konsen dari kita sebagai akademisi, di samping juga pemerintah untuk bisa memberantas penyakit jantung,” terangnya saat sesi Press Conference, Sabtu (1/10/2022).
Saifur membeberkan 30 persen masyarakat Kota Malang mempunyai faktor risiko yang tinggi untuk berkembang menjadi penderita jantung.
“Jadi 1 di antara 3 orang Malang ini sepuluh tahun ke depan mungkin akan menjadi penderita jantung. Hitungannya itu dari faktor resiko jantung, seperti hipertensi, rokok, diabetes,” katanya.
Lebih lanjut, kata Wakil Dekan I FK UB itu, ICOBIPST 2022 merupakan hibah dan dana kolaborasi dengan Swiss German University (SGU). Hibah tersebut diberikan untuk mendorong para dosen dan peneliti melakukan diseminasi penyebaran keilmuan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ub-malang”]
“Penyelenggara kegiatan adalah Kelompok Kajian Kardiovaskular yang bekerjasama dengan sejumlah pihak, serta didukung oleh Perhimpunan Dokter Kardiovaskuler Indonesia. Saya sebagai Kelompok Kajian Kardiovaskular kemudian menggandeng sejumlah pihak untuk menggelar acara ini,” terang Saifur.
ICOBIPST digelar hybrid, terdiri dari 18 konferensi internasional yang diselenggarakan dalam dua sesi paralel serta 1 workshop tentang RNA Sequencing. Berbagai topik yang dibahas meliputi Artificial Intelligence, Biomaterials, Medical Devices in Cardiovascular Medicine, Medical Physics, Big Data in Cardiovascular Medicine, Imaging, Telemedicine, Basic Biomedical Sciences, Bioinformatics, Cardiovascular, Disease Management, Pharmacy, Pharmaceutical Engineering, Drug Delivery, Herbal Medicine yang diisi oleh 75 pembicara dari delapan negara.
Luaran dari ICOBIST tidak hanya berupa ide pengembangan keilmuan terkini, namun juga mencakup publikasi internasional yang bereputasi dari hasil karya anak bangsa maupun ilmuwan mancanegara.
ICOBIPST total diikuti 986 peserta yang meliputi berbagai rumpun profesi yaitu Dokter Spesialis, Dokter Umum, Apoteker, Farmasi, Mahasiswa S1, S2, dan S3 dari berbagai program studi dalam negeri serta 15 persen peserta dari institusi luar negeri.
“Kami sudah memenuhi kriteria untuk dikatakan sebagai seminar internasional. Kami mengundang 8 negara dari Asia, Eropa, maupun Amerika. Peserta 10 persennya berasal dari luar negeri, pembicaranya 15 persennya dari luar negeri,” tutup ketua panitia kegiatan. [dan/beq]






