Gresik (beritajatim.com) – Untuk memenuhi kebutuhan pupuk NPK di dalam negeri. Perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik (PG) mengandalkan Pabrik Phonska IV menjadi ‘Back Bone’ produksi pupuk NPK.
Keberadaan pabrik tersebut, sangat penting. Selain untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk NPK di dalam negeri. Petrokimia Gresik juga memproduksi bahan baku diammonium phosphate (DAP) di Pabrik Phonska IV hasil dari inovasi.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, adanya inovasi itu mampu membuat produksi NPK Phonska semakin terjamin keberlangsungannya. Apalagi tahun ini pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton di awal 2024 menjadi 9,55 juta ton dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan nasional.
“Inovasi terbaru kami ini berhasil menjadikan pabrik NPK Phonska IV semakin andal karena diterapkannya V
Viscose Reactor System. Inovasi ini tentunya semakin memperkuat kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan Pupuk NPK dalam negeri yang terua meningkat,” tuturnya, Kamis (12/9/2024).
Ia menambahkan, selain mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk NPK dalam negeri, dengan optimalnya produksi DAP Petrokimia Gresik dan ditunjang dengan kebutuhan di pasar global yang terus tumbuh, kondisi ini juga mendorong produksi DAP Petrokimia Gresik dapat terus ditingkatkan dan menjangkau pasar global. Apalagi saat ini produsen DAP dunia, yaitu China dan India membatasi penjualan DAP.
“Adanya inovasi ini, ketergantungan impor DAP sebagai bahan baku NPK bisa ditekan. Selain itu, pabrik Phonska IV juga dapat meningkatkan produktivitasnya dan melakukan efisiensi cost serta bersaing di tingkat global,” imbuhnya. [kun]






