Surabaya (beritajatim.com) – Oswyn Karsten Wattimena, mahasiswa Doctoral Program in Civil Engineering ini menjadi doktor pertama yang dikukuhkan oleh UK Petra Surabaya. Dia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Disertasinya berjudul ‘Pemanfaatan Sifat Self-Cementing dalam High-Calcium Fly Ash Sebagai Material Pengikat Tunggal dalam Beton dengan Very Low Water-to-Fly Ash Ratio’.
Penelitian yang dilakukan oleh Oswyn ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pelaku industri dalam mengurangi pencemaran lingkungan melalui penggunaan material beton yang lebih ramah lingkungan.
Ia mengungkapkan, sampel penelitian memanfaatkan fly ash lokal yang didapat dari PLTU Paiton di Jawa Timur dengan kandungan kalsium oksida (CaO) sekitar 20%. Dijelaskan, bahwa Ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara di PLTU yang banyak ada di Indonesia.
“Jika tidak dimanfaatkan maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan,” jelasnya usai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus UK Petra Surabaya, Kamis (13/7/2023).
Baca Juga: Tim UK Petra Surabaya Membuat Buku Saku untuk Kenalkan Kampung Oase Ondomohen
Ia menuturkan bahwa penelitian yang ada, selama ini memanfaatkan fly ash sebagai pengganti sebagian semen atau menggunakan tambahan aktivator alkali jika ingin menggantikan semen secara keseluruhan.
Namun, Oswyn hanya memakai campuran fly ash dan air saja. Jadi sangat ramah lingkungan dan dapat dikerjakan dengan metode pencampuran yang sudah umum. Jumlah fly ash sendiri semakin banyak seiring bertambahnya kebutuhan listrik dan komitmen pemerintah dalam menyediakan listrik bagi masyarakat.
“Terlebih lagi Indonesia kaya akan cadangan batu bara yang merupakan bahan bakar PLTU. Maka saya tertarik untuk memaksimalkan pemanfaatan fly ash sebagai material pengganti semen secara total dan tanpa tambahan aktivator,” jelasnya.
Ia mengatakan, fly ash yang digunakan harus memiliki sifat cementitious atau sifat self-cementing. Artinya, dapat mengeras dengan sendirinya ketika bertemu dengan air. Fly ash harus memiliki kandungan kalsium cukup tinggi.
“Jadi jika ingin menggunakan beton ramah lingkungan yang merupakan salah satu material utama dalam industri konstruksi itu maka penelitian ini sangat tepat dalam memberikan solusi tersebut,” sebutnya. [ipl/ted]






