Tuban (beritajatim.com) – Dalam rangka Operasi Pekat Semeru, Polres Tuban berhasil melakukan pengungkapan sebanyak 55 kasus di wilayah Kabupaten Tuban selama 12 hari pelaksanaan operasi Pekat Semeru 2026 terhitung mulai tanggal 25 Februari hingga 8 Maret.
Adapun dalam pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tuban AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., Kamis 12 Maret 2026 dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, S.Tr.K., S.I.K., M.Si. Kasat Narkoba AKP Harjo, S.H., serta Kasihumas Iptu Siswanto, S.H.
AKBP Alaiddin sapaan Kapolres Tuban memaparkan pengungkapan kasus ini diantaranya yakni Perjudian konvensional sebanyak 5 kasus, Perjudian online sebanyak 3 kasus, Prostitusi sebanyak 5 kasus, Narkoba sebanyak 2 kasus serta minuman keras (miras) sebanyak 40 kasus.
“Dari 55 pengungkapan kasus tersebut, kami berhasil mengamankan 58 tersangka yang terdiri dari 46 laki-laki dan 12 perempuan,” ujar AKBP Alaiddin.
Total 58 tersangka diantaranya yakni sebanyak 5 kasus perjudian konvensional ada 8 tersangka, 3 kasus perjudian online mengamankan 3 tersangka, pengungkapan 5 kasus prostitusi ada 5 tersangka, 2 pengungkapan kasus narkoba dengan 2 tersangka dan tindak pidana ringan (tipiring) miras sebanyak 40 kasus dengan 40 tersangka.
“Kasus yang berhasil diungkap bersama jajaran Polres dan Polsek ini hasil operasi yang menyasar berbagai penyakit masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, pelaksanaan operasi Pekat Semeru 2026, Polda Jawa Timur menargetkan pengungkapan kasus sebanyak 7 kasus. Namun, Polres Tuban berhasil melakukan pengungkapan sebanyak 55 kasus atau melebihi target yang ditentukan.
“Kenapa bisa melebihi dari target karena banyak kejadian yang terungkap saat operasi Pekat tersebut berlangsung,” tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tuban untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap segala bentuk ancaman kejahatan terlebih saat menjelang libur hari raya Idul Fitri 1447 H.
“Karena banyak masyarakat yang melaksanakan aktivitas mudik, kami imbau tetap waspada karena kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepan,” pungkasnya. [dya/aje]






