Ringkasan Berita
Financial Journalist Class OJK Kediri digelar FKIJK Kediri-Madiun untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dalam pemberitaan sektor jasa keuangan.
BRI mengungkap penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp712 miliar, dengan 65,06 persen disalurkan ke sektor produksi.
PNM mencatat outstanding pembiayaan Rp456,91 miliar dan berhasil mendorong 15.705 nasabah naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan.
Pegadaian melaporkan outstanding pembiayaan berbasis emas mencapai Rp50,40 miliar, meningkat 6,25 persen dibanding akhir tahun sebelumnya.
Kediri (beritajatim.com) – Financial Journalist Class OJK Kediri menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas insan pers dalam memahami sektor jasa keuangan. Kegiatan yang digelar Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri-Madiun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri ini bertujuan mendorong lahirnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kediri, Senin (28/7/2026), diikuti jurnalis dari berbagai media di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun. Para peserta memperoleh materi langsung dari sejumlah lembaga jasa keuangan (LJK) yang tergabung dalam FKIJK.
Kepala OJK Kediri sekaligus Pembina FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Ismirani Saputri, mengatakan Financial Journalist Class merupakan tindak lanjut atas usulan insan pers yang menginginkan adanya penguatan kapasitas mengenai sektor jasa keuangan dengan menghadirkan narasumber dari LJK.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bagi insan pers agar semakin memahami perkembangan industri jasa keuangan. Harapannya, pemahaman tersebut dapat mendukung lahirnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat dalam konteks ekonomi dan jasa keuangan,” ujar Ismirani.
Area Head Bank Mandiri Kediri sekaligus Ketua FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Arie Kusuma, berharap Financial Journalist Class dapat menjadi agenda rutin untuk mempererat kolaborasi antara industri jasa keuangan dan media.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan tema-tema yang relevan. FKIJK berkomitmen menjadi jembatan antara rekan-rekan jurnalis dan LJK agar informasi mengenai produk, layanan, inovasi, serta kontribusi industri jasa keuangan kepada masyarakat dapat tersampaikan secara lebih luas dan akurat,” katanya.
Sebagai tuan rumah kegiatan, Area Head BRI Kediri sekaligus Koordinator Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Irfan Setiawan Yunahar, menyatakan BRI siap mendukung penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara industri jasa keuangan dan media dalam menghadirkan informasi yang kredibel, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sesi materi, BRI Cabang Kediri memaparkan peran perbankan dalam memperluas akses pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp712 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp463 miliar atau 65,06 persen disalurkan kepada sektor produksi sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi produktif.
Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Kediri, Ivandi Sudarsono, menjelaskan peran PNM dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan PNM di wilayah Kediri dan sekitarnya mencapai Rp456,91 miliar, terdiri atas Rp399,11 miliar melalui program Mekaar dan Rp57,80 miliar melalui ULaMM.
Selain pembiayaan, PNM juga mencatat 15.705 nasabah naik kelas melalui berbagai program pendampingan, seperti Referral Senyum Mobile, kegiatan pra-pembiayaan, klasterisasi usaha, PKU Akbar, hingga pameran produk UMKM.
Pada kesempatan yang sama, Pegadaian Cabang Kediri memaparkan perkembangan produk Tabungan Emas sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang yang mudah diakses masyarakat.
Per Juni 2026, outstanding pembiayaan berbasis emas di wilayah Kediri dan sekitarnya mencapai Rp50,40 miliar, meningkat Rp2,96 miliar atau 6,25 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang dinilai aman dan terpercaya.
Melalui Financial Journalist Class OJK Kediri, FKIJK berharap sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai perkembangan sektor keuangan, produk dan layanan lembaga jasa keuangan, serta kontribusinya terhadap masyarakat dapat tersampaikan secara akurat, edukatif, dan meningkatkan literasi keuangan publik. [nm/but]






