Ringkasan Berita:
- Bank Jatim mendukung Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim di Hong Kong yang mencatat transaksi senilai Rp12,03 triliun.
- Bank Jatim membawa tiga UMKM binaan untuk memperluas akses produk unggulan Jawa Timur ke pasar internasional.
- Perseroan juga menandatangani kerja sama dengan PT Prima Duta Sejati untuk memperkuat literasi keuangan dan layanan remitansi bagi pekerja migran Indonesia.
- Gubernur Khofifah menyebut Hong Kong menjadi mitra strategis sekaligus gerbang penting bagi ekspansi produk Jawa Timur ke pasar global.
Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Regal Hotel, Hong Kong, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut berhasil membukukan kesepakatan transaksi final senilai Rp12.038.159.976.541.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pelaku usaha, serta mitra bisnis dari Indonesia dan Hong Kong.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan daya saing produk lokal di pasar internasional, Bank Jatim mengikutsertakan tiga UMKM binaannya, yakni Sharktex, Yan Khurin, dan Anya Craft, untuk mempromosikan berbagai produk unggulan Jawa Timur kepada calon pembeli dan mitra bisnis di Hong Kong.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan partisipasi perseroan dalam misi dagang tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperluas akses pasar hingga ke tingkat global.
“Dukungan terhadap Misi Dagang ini merupakan strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem ekonomi Jawa Timur di luar negeri, serta sebagai wujud komitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur. Melalui Misi Dagang, kami membantu membuka akses pasar global bagi UMKM binaan Bank Jatim, baik dari sisi penguatan sektor riil maupun layanan keuangan,” ujar Winardi.
Selain memfasilitasi promosi produk UMKM, Bank Jatim juga memperkuat dukungannya terhadap program pemerintah dalam memberikan pelindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dan PT Prima Duta Sejati tentang penguatan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan remitansi. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Direktur PT Prima Duta Sejati Maxixe Mantofa, serta disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
PT Prima Duta Sejati merupakan perusahaan resmi penempatan pekerja migran Indonesia yang menangani proses perekrutan, pelatihan, hingga pembekalan calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan bersinergi meningkatkan literasi keuangan bagi calon PMI, PMI aktif, PMI purna, hingga keluarga mereka. Kerja sama juga mencakup optimalisasi layanan remitansi Bank Jatim serta penyampaian berbagai produk dan layanan perbankan melalui sosialisasi, seminar, pelatihan, dan program edukasi lainnya.
Winardi optimistis kolaborasi tersebut akan semakin memperkuat ekosistem ekonomi Jawa Timur sekaligus memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat.
Dengan dukungan terhadap Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta kolaborasi bersama berbagai mitra strategis, Bank Jatim menargetkan dapat terus mendorong pelaku UMKM agar semakin kompetitif di pasar global, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Jawa Timur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai capaian transaksi lebih dari Rp12 triliun menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk unggulan Jawa Timur.
“Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Menurut Khofifah, Hong Kong memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia sehingga menjadi pintu masuk penting bagi produk-produk Jawa Timur untuk menembus pasar global. Karena itu, misi dagang tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis internasional, memperkuat rantai pasok global, hingga mendorong alih teknologi guna meningkatkan daya saing industri daerah.
Khofifah juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan, termasuk Bank Jatim, dalam memperluas jejaring perdagangan dan investasi Jawa Timur di pasar internasional.
“Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan akan semakin membuka peluang ekspor, investasi, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Timur di pasar global,” tutup Khofifah. [rea/beq]






