Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Dalam kegiatan Gebyar HAN 2026, Pemkab Mojokerto menyalurkan beasiswa senilai Rp421.725.000 kepada 250 siswa berprestasi jenjang SD dan SMP.
Selain pemberian beasiswa, momentum HAN 2026 juga dimanfaatkan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto untuk meluncurkan dua buku literasi anak berjudul Satata Bahasa Jawa dan Rahasia Buah Maja. Kegiatan tersebut berlangsung di GDS Surya Kencana Dindik Kabupaten Mojokerto.
Beasiswa diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada peserta didik yang berhasil menunjukkan prestasi akademik. Dari total penerima, sebanyak 174 siswa jenjang SD mendapatkan beasiswa dengan nilai Rp203.625.000. Sementara 76 siswa jenjang SMP menerima beasiswa sebesar Rp218.100.000.
Ketua Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak melalui pendidikan yang berkualitas.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Hana tersebut, setiap anak memiliki potensi, keunggulan, dan cita-cita yang harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Sinergi antara orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang cerdas dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
“Hari Anak bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan perhatian dan pendampingan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya, Selasa (28/7/2026).
Ning Hana menegaskan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak dini. Ia juga mengapresiasi peran para guru, tenaga pendidik, organisasi mitra PAUD, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Mojokerto.
“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka investasi terbaik adalah pada anak-anak kita. Pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-citanya,” tuturnya.
Peluncuran buku Satata Bahasa Jawa dan Rahasia Buah Maja, lanjut Ning Hana, menjadi bukti inovasi para pendidik dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mengenalkan bahasa, budaya, dan sejarah lokal kepada generasi muda.
“Saya berharap peluncuran buku ini menjadi awal lahirnya lebih banyak karya dari para guru di Kabupaten Mojokerto. Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap mendukung semangat para pendidik untuk terus berkarya, sehingga setiap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga melahirkan karya-karya literasi yang produktif dan inspiratif bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar menyampaikan pemberian beasiswa merupakan bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi siswa agar terus meningkatkan prestasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Pada hari ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan beasiswa kepada siswa berprestasi. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi dan motivasi agar anak-anak terus bersemangat belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Gebyar HAN 2026 digelar selama dua hari, yakni 28–29 Juli 2026. Selain penyerahan beasiswa dan peluncuran buku pada hari pertama, kegiatan juga diisi dengan berbagai penampilan seni, kreativitas, serta bakat peserta didik sebagai wadah pengembangan karakter, minat, dan potensi anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra serta Konsul Jenderal Australia untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mengikuti secara virtual. Hadir pula jajaran perangkat daerah, Forkopimca Sooko, Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Mojokerto, perwakilan penerbit Erlangga, kepala sekolah, guru, serta peserta didik.
Melalui Gebyar HAN 2026, Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas, memperkuat budaya literasi, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, berprestasi, dan berkarya. [tin/ian]






