Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus memperkuat program pembinaan produktif bagi warga binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan peternakan itik sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan melepas sebanyak 300 ekor bibit itik ke kandang pembesaran di area peternakan Lapas Kelas IIB Mojokerto. Program tersebut menjadi implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya poin kedelapan tentang kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan tidur (idle).
Pelepasan ratusan itik dilakukan jajaran Lapas Kelas IIB Mojokerto bersama warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Sebelum dipindahkan ke kandang pembesaran, bibit itik tersebut telah dipelihara secara intensif hingga mencapai usia yang siap dibesarkan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad mengatakan, pengembangan peternakan itik merupakan wujud nyata pelaksanaan program yang dicanangkan Kemenimipas. Menurutnya, pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung produktivitas di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui program peternakan ini, kami berkomitmen mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya pada poin kedelapan tentang kemandirian pangan. Selain menghasilkan produk peternakan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan aktif petugas dan warga binaan dalam setiap tahapan pemeliharaan menjadi bukti bahwa program pembinaan dapat berjalan beriringan dengan upaya mewujudkan kemandirian pangan. Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam proses pemeliharaan ternak sehingga memiliki pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Ke depan, Lapas Kelas IIB Mojokerto akan terus mengembangkan berbagai program ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian warga binaan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, sekaligus menyukseskan implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas,” harapnya. [tin/ian]






