Ringkasan Berita:
- Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota dan Kabupaten Blitar telah beroperasi sekitar empat bulan.
- Stok obat di KDMP Ngadirejo, Kota Blitar, masih terbatas dan belum selengkap apotek.
- Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kemenkes, Dita Novianti, menjelaskan bahwa KDMP sementara hanya menjual obat bebas dan obat bebas terbatas.
- Pengelola KDMP Ngadirejo menyebut permintaan obat dari masyarakat masih rendah karena mayoritas pelanggan datang untuk membeli kebutuhan pokok.
Blitar (beritajatim.com) – Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota dan Kabupaten Blitar telah beroperasi selama sekitar empat bulan. Selain menjual berbagai kebutuhan masyarakat, gerai koperasi tersebut juga menyediakan obat-obatan. Namun, ketersediaan obat di sejumlah KDMP di Blitar masih terbatas dan belum selengkap apotek.
Kondisi tersebut terlihat saat Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dita Novianti, mengunjungi KDMP Kelurahan Ngadirejo, Kota Blitar, Kamis (15/10/2026). Saat kunjungan berlangsung, rak obat di gerai tersebut masih terlihat kosong di sejumlah bagian. Hanya beberapa jenis obat yang terpajang.
Dita mengakui ketersediaan obat-obatan di KDMP memang belum lengkap. Untuk sementara, gerai koperasi hanya menyediakan obat bebas dan obat bebas terbatas, sedangkan obat keras tidak dijual di KDMP.
“Barangnya ada obat obatan tersedia murah mudahan bisa lebih banyak customernya. Karena memang obat belum lengkap karena hanya untuk obat bebas dan obat bebas terbatas,” ungkap Dita, Kamis (15/10/2026).
Dita menjelaskan, keterbatasan jenis obat yang dijual saat ini berkaitan dengan kategori obat yang diperbolehkan tersedia di KDMP. Meski demikian, peluang penambahan jenis obat dan kelengkapan alat kesehatan lainnya tetap terbuka apabila jumlah pelanggan meningkat.
Dengan bertambahnya kebutuhan dan permintaan masyarakat, KDMP diharapkan dapat mengembangkan layanan penyediaan obat. Ke depan, gerai tersebut juga berpeluang dilengkapi tenaga apoteker seperti apotek pada umumnya.
“Karena memang obat ini hanya untuk obat bebas dan obat bebas terbatas. Kedepannya kita pasti akan tingkatkan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer KDMP Kelurahan Ngadirejo, Kota Blitar, Lelly Novita, juga mengakui stok obat di gerainya belum lengkap. Meski sejumlah jenis obat sudah tersedia, pilihan yang ditawarkan masih terbatas karena belum adanya apoteker di gerai tersebut.
“Kalau jenisnya sudah lumayan banyak ya, nanti bisa dicek sendiri ke dalam untuk jenis-jenis obatnya. Cuman untuk sekarang karena kita nggak ada apotekernya, jenis obatnya sendiri itu masih obat yang yang terbatas gitu, yang terbatas gitu,” ungkap Lelly.
Menurut Lelly, sejauh ini mayoritas masyarakat yang datang ke KDMP Ngadirejo lebih banyak membeli kebutuhan pokok. Sementara itu, minat warga untuk membeli obat-obatan di gerai koperasi tersebut masih relatif rendah.
Kondisi tersebut membuat keterbatasan stok obat belum menjadi persoalan yang terlalu serius bagi pengelola. Selain permintaan yang belum tinggi, layanan klinik yang direncanakan juga belum berjalan.
“Kan kita, mohon maaf klinik usaha yang kliniknya belum jalan, Pak. Jadi cuman obat yang ada, bahkan maksudnya belum selengkap apotek gitu untuk obat-obatannya karena nggak ada belum ada apotekernya juga,” tegasnya. [owi/beq]






