Bondowoso (beritajatim.com) – Seorang lansia berusia 78 tahun, Nur binti Sufandia, selamat dari momen mengerikan saat pohon randu tumbang menimpa rumahnya di Dusun Karang Rejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, Rabu (4/3/2026) malam. Kejadian ini merupakan salah satu dari dua insiden pohon tumbang yang melanda Kabupaten Situbondo akibat cuaca ekstrem dalam dua hari berturut-turut.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah setempat.
“Saat kejadian, Bu Sufandia sedang berada di kamar mandi. Ia mendengar suara gemuruh keras dari arah samping rumah dan dapur. Dengan spontan, beliau berlari keluar rumah menyelamatkan diri dan meminta tolong kepada warga,” ujar Puriyono, Kamis (5/3/2026).
Seketika setelah korban keluar, pohon randu besar tersebut roboh dan menimpa bagian tengah serta dapur rumah. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan asesmen.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, rumah yang dihuni seorang diri oleh Bu Sufandia mengalami rusak berat dengan taksiran kerugian mencapai Rp6.000.000,” jelas Puriyono.
Tak hanya di Panarukan, bencana serupa juga terjadi keesokan harinya, Kamis (5/3/2026) pukul 09.30 WIB di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa. Angin kencang menyebabkan pohon mahoni tumbang dan menimpa rumah milik Ibu Mai (60). Akibatnya, atap rumah mengalami kerusakan parah dengan kerugian ditaksir sekitar Rp10.000.000. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Menanggapi dua insiden ini, BPBD Situbondo bersama unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Tagana, Damkar, PLN, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Di lokasi kejadian, kami melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta membantu proses evakuasi pohon yang tumbang. Saat ini, kami tengah melakukan pendataan lebih lanjut (jitupasna) dan akan segera menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak,” tambah Puriyono.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan potensi bahaya seperti pohon tua yang rapuh di sekitar permukiman.
“Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu waspada. Mari kita jaga lingkungan dan segera laporkan jika melihat potensi bahaya,” pungkas Puriyono. (awi/kun)






