Gresik (beritajatim.com) – Bagi Anda pecinta kuliner, khususnya olahan sate kambing, ada satu destinasi kuliner legendaris yang patut Anda kunjungi saat melintasi kawasan utara Gresik: Warung Sate Pojok Lowayu.
Berlokasi di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, warung sederhana ini sudah menjadi magnet bagi penikmat sate dari berbagai daerah, bukan hanya dari Gresik semata.
Lokasinya cukup mudah dijangkau. Jika Anda datang dari arah Gresik Kota, cukup menyusuri Jalan Daendels Pantura dan belok kiri di pertigaan Bungah. Sebaliknya, jika dari arah Sidayu, cukup belok kanan. Warung ini berada tepat di akses pintu masuk Desa Lowayu, membuatnya mudah dikenali dan dijangkau oleh para pengunjung.
Warung Sate Lowayu telah berdiri sejak tahun 2005 dan dikelola oleh Hj Suparti bersama anak-anaknya. Ia tidak hanya menyajikan sate biasa. Yang membuatnya istimewa adalah tambahan menu unik seperti asinan urat dan lulur ekor tulang belakang kambing muda.
Cita rasa asinannya yang hanya dibumbui sedikit garam, berpadu sempurna dengan tekstur dagingnya yang kenyal namun lembut, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat sate.
“Satu ekor kambing bisa menjadi 1000 tusuk sate. Kami menggunakan kambing hasil peliharaan sendiri supaya dagingnya tetap empuk. Ini yang membedakan dengan warung sate lainnya,” ujar Suparti, Minggu (11/5/2025).
Setiap hari, Suparti menyembelih hingga tujuh ekor kambing, yang semuanya merupakan hasil ternak sendiri. Proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas daging tetap prima dan empuk saat disajikan.
Tak hanya sate, pengunjung juga bisa menikmati gulai kambing khas yang kaya bumbu dan menggugah selera. Semua disajikan dengan bumbu kacang lembut yang diracik bersama bawang merah, jeruk nipis, dan kecap manis. Kombinasi ini menjadikan setiap suapan begitu lezat dan berkesan.

Menariknya, perjalanan bisnis kuliner Suparti tidak dimulai dari warung. Sejak tahun 1986, ia bersama mendiang suaminya sudah berjualan sate dan gulai secara keliling. Barulah pada tahun 2005, mereka memutuskan untuk menetap dan membuka warung di pojok pintu masuk Desa Lowayu, agar lebih dekat dengan rumah sekaligus menjangkau lebih banyak pelanggan.
Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Satu porsi sate atau gulai hanya dibanderol Rp25 ribu. Dengan cita rasa yang khas dan daging yang empuk, pelanggan merasa puas dan kerap kembali untuk mencicipinya lagi.
Erina (28), salah satu pelanggan asal Perum Graha Kembangan Asri (GKA) Gresik mengungkapkan kesan pertamanya menikmati Sate Lowayu. “Saat itu suami bilang ada sate enak di Lowayu. Setelah dicoba, membuat ketagihan. Memang rasanya beda dengan sate lainnya,” ungkapnya.
Warung Sate Pojok Lowayu buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Puncak keramaian biasanya terjadi pada jam makan siang. Jadi, jika Anda penasaran dengan rasa sate yang empuk dan menggoda ini, tidak ada salahnya menyempatkan diri mampir. Siapa tahu, Anda akan menjadi pelanggan setia berikutnya. [dny/suf]






