Kediri (beritajatim.com) – Deny Widyanarko bersama istrinya, Ria Purbiati, anggota DPRD Kabupaten Kediri, melakukan kunjungan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. KWT ini dikenal aktif dalam budidaya jamur tiram, mulai dari proses pembuatan log hingga panen jamur yang dilakukan dengan penuh semangat.
“Saat ini saya berada di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Saya berkunjung di Kelompok Wanita Tani (KWT) yang bergerak di bidang jejeamuran. Mulai dari proses budidaya jamur tiram. Mulai dari pembuatan log, hingga panen jamur, semuanya dilakukan dengan penuh semangat,” ungkap Deny Widyanarko melalui akun Instagram pribadinya, pada Sabtu (15/2/2025).
Selain dijual dalam kondisi segar, hasil panen jamur tiram juga diolah menjadi berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk olahan tersebut antara lain keripik jamur dan sate jamur yang memiliki cita rasa khas.
“Banyak olahannya seperti keripik jamur, sate jamur yang paling istimewa rasanya mak nyus, istimewa,” tambahnya sambil mencicipi sate jamur.

Peluang bisnis budidaya jamur tiram juga mendapat perhatian dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri (Diskopusmik). Menurut pihak Diskopusmik, usaha ini merupakan salah satu bidang pertanian yang menarik bagi pemula.
Budidaya jamur tiram merupakan kegiatan yang menarik potensi bagi pemula yang ingin terlibat dalam dunia pertanian.
Jamur tiram atau Pleurotus ostreatus adalah jenis jamur yang populer di pasaran dan relatif mudah dibudidayakan. Jamur ini memiliki warna putih hingga abu-abu dengan bentuk menyerupai tiram. Budidaya jamur tiram memerlukan suhu sekitar 20-24 derajat celsius dan kelembaban relatif 80-90 persen agar tumbuh optimal. [nm/ian]






