Malang (beritajatim.com) – Pengakuan mengejutkan datang dari AR (40) pembunuh dan pelaku mutilasi AP (34) warga Surabaya di rumah kontrakan di Jalan Sawojajar, Kota Malang. AR ternyata selain melayani pijat juga menyediakan jasa ilmu hitam.
“Sudah 75 kali semua berhasil hanya ini yang gagal. Belajar di Banten,” kata AR pada Kamis, (11/1/2024).
Perkenalan AR dan AP memang diawali dari media sosial tinder. Di situ AR menawarkan pijat dan juga praktik ilmu hitam. Setelah mendapat nomor whatsapp, keduanya saling berkomunikasi.
Pada 13 Juni 2023, pelaku dan korban bertemu di tempat praktik AR di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sawojajar 13 A. Di sana ada kesepakatan soal guna-guna yang dipesan AP kepada AR.
Masalah mulai muncul saat ajian guna-guna itu tidak manjur. Pada 15 Oktober 2023 malam pelaku dan korban kembali bertemu di tempat praktik pelaku. Korban komplain karena ritual dan guna-guna yang diberikan pelaku tak berhasil.
Pengakuan AR, korban menyerang pelaku terlebih dahulu dengan memukul pipi dan kepala. Pelaku yang terselut emosi akhirnya menyerang balik hingga membuat korban meninggal dunia.
“Dia mukul dulu, ngaplok dan ngeplak (menampar). Dia awalnya sama kekasihnya sudah lancar tapi-tiba tiba dibolak-balik omongannya. Terus dia datang ke saya merasa kurang maksimal, ngaplok, ngeplaki (mukul) itu,” imbuh AR.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto mengatakan, hasil pemeriksaan diketahui pelaku mendapat uang Rp300 ribu dari korban untuk memberikan ilmu hitam sesuai keinginan korban.
“Korban berikan uang di awal Rp300 ribu untuk jasa guna-guna,” ujar Danang. [luk/but]






