Malang (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan dan mutilasi oleh pelaku AR (40), yang dikenal sebagai tukang pijat asal Probolinggo yang tinggal di rumah kontrakan di Jalan Sawojajar, Kota Malang berawal dari ilmu hitam yang tidak manjur. Korban dalam kasus ini adalah AP (34) warga Surabaya.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto mengatakan, bahwa kasus ini bermula dari perkenalan melalui media sosial tinder pada Juni 2023 lalu. Dari sinilah kedua orang berkenalan. “Di tinder pelaku mengiklankan jasa pijat dan jasa ilmu guna-guna. Korban menghubungi pelaku melalui wa (whatsapp) di aplikasi itu,” ujar Danang, Kamis, (11/1/2024).
Setelah berhubungan lewat whatsapp pada 13 Juni 2023, pelaku dan korban bertemu di tempat praktik pelaku di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sawojajar 13 A. Disana ada kesepakatan soal guna-guna yang dipesan AP kepada AR.
Masalah mulai muncul saat ajian guna-guna itu tidak manjur. Pada 15 Oktober 2023 malam pelaku dan korban kembali bertemu di tempat praktik pelaku. Korban komplain karena ritual dan guna guna yang diberikan pelaku tak berhasil.
“Terjadi cek-cok, korban memukul pelaku. Lalu dibalas pelaku dengan memukul hidung korban hingga berdarah. Lalu pelaku mengambil celurit dan dibacokkan 2 kali lalu roboh dan kehabisan darah hingga meninggal dunia,” ujar Danang.
Setelah membunuh AP, pelaku membeli pisau ke pasar tradisional pada 16 Oktober 2023 dini hari sekira pukul 02.30 WIB. Selanjutnya, pisau digunakan untuk memotong tubuh korban menjadi 9 bagian. “Pemotongan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Lalu bagian tubuh dibagi ke dalam 3 kantong kresek besar. Lalu esok harinya (17/10/2023), sekitar pukul 04.00 WIB potongan potongan tersebut dibuang,” ujar Danang.
Anggota tubuh pertama yang dibuang pelaku adalah torso atau batang tubuh. Kedua bagian tubuh yang sama dibuang di Sungai Bango yang mengaliri kawasan Sawojajar. “Terakhir, isi jasad yang bisa diidentifikasi yakni berupa kepala, 2 telapak tangan dan 2 telapak kaki dikuburkan di bantaran Sungai Bango. Alat pisau dan pakaian korban di buang di aliran Sungai Bango. Saat ini kami masih lakukan pencarian,” ujar Danang. (luc/kun)






