Surabaya (beritajatim.com) – Pemain futsal dari MI Al-Hidayah Surabaya, BAIM (11) terpaksa absen dari dunia olahraga selama 6 bulan akibat cidera dibanting pelatih lawan setelah laga Semi Final tingkat SD, Senin 28 April 2025.
Informasi BAIM tidak boleh berolahraga selama 6 bulan tersebut disampaikan oleh orang tua BAIM, Bambang Sri Mahendra. Kata dia, yang menyarankan tidak boleh olahraga adalah dokter rumah sakit, setelah melihat hasil rontgen; tulang ekor BAIM retak.
“Disuruh istirahat sama dokter antara 5 sampai 6 bulanlah, sampai penyembuhan. Ini mengganggu aktivitas kegiatan anak saya. Untuk bermain bola atau apa, ya sudah harus berhenti dulu lah,” papar Bambang kepada awak media, Senin (28/4/2025) sore.
Sementara, korban BAIM mengaku bahwa hingga saat ini bagian bawah punggungnya masih terasa sakit. Dan masih ada bekas luka lebam di pinggul pantat atas.
“Itu (kejadian waktu saya) selebrasi, terus ditarik dari belakang. (tim saya) Menang 4-2. Saya cetak dua gol,” terang BAIM kepada awak media setelah melapor di Mapolrestabes Surabaya, hari Senin.
BAIM juga menyampaikan, saat ia dibanting oleh pelatih tim futsal dari SDN Simolawang itu dirinya merasa shock, belum merasakan sakit. Namun ia baru merasa sakit, setelah diperiksa rontgen oleh dokter.
“Enggak (tidak bisa futsal lagi). Punggung terasa sakit, hanya di bagian punggung bawah saja yang sakit,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, BAIM, siswa kelas 5 MI Al-Hidayah Surabaya ini mendapatkan kekerasan dari seorang pelatih tim futsal dari SDN Simolawang Surabaya, berinisial BAZ (33 tahun).
BAZ membanting tubuh BAIM, saat BAIM dengan timnya melakukan selebrasi kemenangan skor 4 – 2, di atas SDN Simolawang ketika laga semi final, di lapangan SMP Labschool Unesa Surabaya, hari Minggu (27/4).
BAZ semula mendekati dan menarik tubuh BAIM, lalu membanting tubuh BAIM hingga membentur lapangan futsal. Sedangkan mengetahui anaknya cedera akibat dibanting oleh pelatih, Bambang Sri Mahendra, kemudian melaporkan kasus tersebut ke Unit PPA Polrestabes Surabaya, hari Senin, 28 April 2025. [ram/ian]






