Malang (beritajatim.com) – Anda penggemar kuliner dengan olahan daging kambing yang menggunggah selera? Cobalah menu spesial yang satu ini. Nasi Tomat Kambing.
Selintas, nasi dengan irisan daging kambing yang lezat ini mirip dengan nasi goreng. Warnanya yang sedikit kemerahan, juga menyerupai nasi kebuli.
“Sekilas agak mirip nasi kebuli. Tapi bukan kebuli. Ini adalah resep keluarga dari nenek saya,” ungkap Amathea Fauziah, Owner Protiga Kitchen and Coffe, Sabtu (15/2/2025) siang ditengah perayaan satu dekade restoran Protiga di Jalan Raya Penarukan Nomer 7, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Fauzia pun bercerita. Protiga Kitchen anda Coffe pertama kali dibuka pada bulan Nopember 2014. Ibukota Kabupaten Malang, Kepanjen, ia pilih sebagai tanah leluhurnya untuk membuka bisnis kuliner pertamanya. Saat itu, jumlah rumah makan di Kepanjen yang representatif masih cukup minim.
Namun, di awal tahun 2025, terdapat ratusan rumah makan dan tempat ngopi yang ciamik di Kepanjen. Protiga Kitchen and Coffe, satu dari lahan bisnis yang mampu bertahan lebih dari satu dekade terakhir. “Dulu saya lulus kuliah tahun 2014, kita cari peluang bisnis apa ya di Kepanjen. Saya mikir ternyata belum ada saat itu restoran yang representatif di Kepanjen,” bebernya.
Fauziah sempat terpikir membuka rumah makan nasi Padang. Karena satu dari keluarga Fauziah ketika itu, mengantongi ijin usaha masakan Padang. “Dulu ada niat membuka restoran Padang, tapi gak jadi. Kita ganti konsep Kopitiam, sebab Kopitiam dulu tahun 2014 sangat hit. Dan saya terinsipirasi dari Kopitiam di Malaysia. Kopitiam di Malaysia banyak banget dan enak enak makanannya. Secara konsep juga bagus saat itu. Bisa untuk keluarga dan anak muda untuk nongkrong,” tuturnya.
Dari situlah, Fauzia kemudian mengambil konsep Kopitiam dan meleburkan seluruh ide bisnis kulinernya menjadi Protiga Kitchen anda Coffe. “Lalu kita ambil konsepnya dan kita jadikan Protiga,” tuturnya.
Fauziah memilih masakan bercitarasa Nusantara. “Kenapa makanan Indonesia, ya karena kita orang Indonesia, sekarang banyak makanan western, saya pilih makanan Indonesia saja, yang pasti pasti aja deh,” tuturnya.
Sebelum Nasi Tomat Kambing jadi Menu Spesial usahanya, di tahun 2014 silam Fauziah sudah menyuguhkan
menu Signature Bebek Goreng dan Rawon. “Dulu launching pertama tahun 2014 kita punya menu bebek Goreng dan Rawon. Saya punya cerita disitu, itu menu masterpiece almarhum bapak saya. Kita riset itu. Karena rawon adalah resep turun temurun dari nenek saya. Nenek juga penjual yang rawon di pinggir Jalan Penarukan, Kepanjen sejak dulu,” bebernya.
Sementara Nasi Tomat Kambing, juga menjadi ide cemerlang Fauziah melengkapi hidangan bercita rasa daging kambing segar. “Nenek saya pada satu waktu masak nasi tomat kambing, lalu dihidangkan pada bapak dan tamunya. Bapak saya ketika itu pas rapat, disuguhilah masakan tersebut. Katanya enak, kemudian kita minta resepnya dan coba kita olah menjadi menu andalan Protiga,” ucap Fauziah.
Suguhan Nasi Tomat Kambing, lanjut Fauziah, seluruh bahan yang digunakan harus baru dan segar. Sehingga, Fauziah menjaga betul olahan daging segar dan nasi tomat kambingnya, tetap fresh hingga dihidangkan ke meja pelanggan.
Menu andalan yang tak kalah menggiurkan di Protiga Kitchen and Coffe yakni Sayur Pedas Empal. Uniknya, sayur pedas ini juga dilengkapi rempeyek. “Cerita sayur pedas empal ini, dari kami kecil setiap lebaran pasti ada menu ini. Kata ibu dulu biar ada seger segernya dan ada yang pedes pedes. Jadi setiap lebaran pasti ada menu ini di keluarga kami,” terangnya.
Bagi Fauziah, makanan adalah sesuatu yang memiliki jiwa dan memori. “Kita bisa lebih dekat dengan orang orang melalui makanan. Dengan makanan, kita bisa membangun suka cita bersama orang orang terdekat. Bergembira menikmati makanan,” Fauziah mengakhiri. (yog/kun)






