Naples (beritajatim.com) – Serie A musim ini baru memasuki giornata ke-27, tetapi pertarungan perebutan scudetto bisa tergambar jelas setelah laga SSC Napoli vs Inter Milan di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, pada Minggu dini hari. Duel ini mempertemukan dua tim teratas klasemen sementara: Inter sebagai capolista dengan 57 poin, diikuti Napoli yang hanya terpaut satu angka di posisi runner-up.
Pelatih Napoli, Antonio Conte, menegaskan bahwa Inter adalah tim yang harus diwaspadai.
“Kami menghadapi juara bertahan Serie A, finalis Liga Champions dua musim lalu, dan satu-satunya wakil Italia di Liga Champions musim ini. Mereka berambisi memenangi segalanya. Adalah penghinaan jika aku meremehkan mereka,” ujar Conte kepada La Gazzetta dello Sport.
Meski begitu, Conte tentu memiliki ambisi pribadi. Jika mampu mengalahkan Inter, Napoli akan mengambil alih puncak klasemen dan membuka jalan lebar menuju scudetto. Conte sendiri memiliki sejarah dengan Inter. Ia pernah membawa Nerazzurri meraih gelar Serie A 2020/2021, yang menjadi scudetto pertama mereka sejak treble winners 2009/2010 di era Jose Mourinho.
Namun, hubungan Conte dan Inter tak berakhir baik. Ia hengkang pada 2021 setelah berselisih dengan manajemen soal kebijakan transfer. Kepergiannya membuat Inter gagal mempertahankan gelar, dan justru AC Milan yang meraih scudetto musim berikutnya.
Romelu Lukaku, striker Napoli saat ini, juga punya hubungan pelik dengan Inter. Penyerang Belgia itu pernah membela Inter dua kali, yakni saat dilatih Conte pada 2019-2021, lalu kembali pada 2022/2023 sebagai pemain pinjaman dari Chelsea. Selama membela Inter, Lukaku mencetak 78 gol dan 22 assist dalam 132 pertandingan.
Namun, hubungannya dengan Interisti memburuk ketika ia dikabarkan bernegosiasi dengan Juventus setelah masa peminjamannya berakhir. Keputusan itu membuatnya tak hanya dibenci oleh fans Inter, tetapi juga Juventini. Akhirnya, ia dilepas ke AS Roma sebelum kini bergabung dengan Napoli.
Di Napoli, Lukaku cukup produktif dengan 9 gol dan 8 assist dari 26 pertandingan di semua kompetisi. Meski begitu, Presiden Inter, Beppe Marotta, merasa keputusan klub untuk tidak merekrut Lukaku secara permanen adalah langkah yang tepat.
“Kami beruntung tidak membelinya untuk kali kedua saat itu. Semuanya sudah berbeda. Kami juga memiliki lini depan yang lebih dinamis dan itu terbukti dengan scudetto musim lalu,” ujar Marotta.
Duel Napoli vs Inter bukan sekadar pertarungan memperebutkan tiga poin, tetapi juga laga penuh gengsi yang bisa menentukan siapa yang lebih berhak atas scudetto musim ini.
Perkiraan Pemain
SSC Napoli (3-5-2):
1-Meret (g); 22-Di Lorenzo (c), 13-Rrahmani, 4-Buongiorno; 21-Politano, 15-Billing, 68-Lobotka, 8-McTominay, 37-Spinazzola; 81-Raspadori, 11-Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Inter Milan (3-5-2):
13-Martinez (g); 28-Pavard, 15-Acerbi, 95-Bastoni; 2-Dumfries, 23-Barella, 20-Calhanoglu, 22-Mkhitaryan, 32-Dimarco; 9-Thuram, 10-Lautaro (c)
Pelatih: Simone Inzaghi
[dio/beq]






