Kediri (beritajatim.com) – Dua atlet muda dari Kabupaten Kediri mencuri perhatian dalam Kejuaraan Taekwondo Walikota Surabaya 2025 yang berlangsung di GOR Gelora Bung Tomo pada 2 – 3 Agustus. Mereka sukses membawa pulang medali emas dan perak, membanggakan nama daerah di ajang bergengsi tersebut.
Naishylatul Affivah, atlet remaja yang baru saja menamatkan pendidikan di bangku SMA, berhasil meraih medali emas pertamanya dalam kompetisi ini. Ia tampil gemilang di kelas under 53 kilogram.
“Sebelumnya sudah pernah tanding, cuma baru kali ini juara 1 di kelas under 53. Sebelumnya berat 49 itu juara 2, juara 3 belum pernah juara 1,” katanya.
Affivah menyebut lawan terberatnya berasal dari Surabaya, tuan rumah kejuaraan, karena selain tangguh, jumlah pesertanya juga mendominasi. Namun, ia berhasil mengatasi tekanan dan keluar sebagai juara.
“Perasaannya bersyukur, terus seneng, bangga sama diri sendiri bisa sampe sini. Harapannya semoga aku bisa mempertahankannya, karena mempertahankan itu lebih susah dari pada mempertahankan gitu,” ujarnya.
Tak hanya Affivah, atlet muda lainnya asal Kediri, Tasya Lista Rahmadani, juga tampil gemilang dengan meraih medali perak. Usianya yang masih 14 tahun tidak menghalangi tekadnya untuk bersaing di level yang lebih tinggi dari kategori pemula.
“Harapannya bisa lebih baik lagi dari kemarin-kemarin,” ujarnya.
Yulianto Nugroho, Ketua Umum Cabor Taekwondo Kabupaten Kediri, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan langkah awal untuk mendorong prestasi atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Porprov Jawa Timur yang akan datang.
“Walikota Surabaya ini kan agar anak-anak bisa menunjang prestasi khsususnya untuk tujuan Porprov Jatim berikutnya,” katanya.
Tercatat, lima atlet dari Kabupaten Kediri turun dalam kejuaraan ini pada berbagai kelas. Seluruh atlet tersebut merupakan binaan langsung dari cabang olahraga taekwondo yang berada di bawah pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri. [nm/aje]






