Surabaya (beritajatim.com) – Varian baru Covid-19 dari India, yakni Delta B.1.617.2 telah ditemukan dari hasil penyekatan di Bangkalan Madura. Terdapat 3 pasien yang sudah positif dengan temuan varian India yang saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura. Selain 3 pasien dengan varian baru India, RSLI juga menerima 216 lainnya.
Penanggung Jawab RSLI, Laksamana I Gede Nalendra mengantakan bahwa hampir semua pasien positif dari penyekatan Bangkalan Madura ditemukan mengalami CT Value sangat rendah, yakni mayoritas di bawah 25.
“Sebanyak 219 pasien yang masuk dari penyekatan semuanya CT Value di bawah 25, ada yang 18, bahkan ada yang 10,” terang Laksamana Nalendra, Selasa (15/6/2021).
Dr Fauqa Arinil Aulia SpPK, selaku Dokter Spesialis Patologi Klinis, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI menambahkan bahwa kasus di Bangkalan itu memiliki seluruh tanda dan indikasi terjadinya mutasi baru.
Terdapat 6 indikator yang harus diwaspadai adanya mutasi baru dari Covid-19 dan diharus dilakukan, yakni:
1. Penularan yang cepat di masyarakat/lokasi tertentu
2. Orang yang baru mendarat dari negara asing
3. Mulai menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak rentan (anak-anak)
4. Orang yang sudah divaksin, tapi terinfeksi
5. Penyitas terinfeksi kembali
6. Kematian dengan penyakit menular lain (HIV, TBC dan lainnya)
“Dari keadaan di Bangkalan, kami curiga pada awalnya akan ditemukan varian baru, karena beberapa indikator tersebut terpenuhi, seperti penularan yang sangat masif, terdapat anak-anak dan remaja yang positif, ada yang juga sudah vaksin tapi terinfek lagi dan bahwa mereka semua mayoritas dengan gejala ringan hingga sedang. Dan benar ITD mengeluarkan temuannya terkait sample dari Bangkalan yang menunjukkan adanya mutasi Delta B.1.617.2 dari India,” tambah dr Fauqa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-bangkalan”]
Dr Fauqa juga menambahkan bahwa varian Delta B.1.617.2 dari India ini secara klinikal berdasarkan mayoritas gejala pasien dari Bangkalan yang masuk ke RSLI memiliki gejala ringan hingga sedang dengan CT Value yang sangat rendah.
“Ini mayoritas bergejala dan CTnya rendah sekali, secara klinis ini sudah lumayan gawat jika tidak segera ditangani. Jadi hampir semua yang masuk langsung mendapat infus dan mendapat treatment serius agar tidak terjadi kefatalan,” tukasnya. [adg/but]






