Ringkasan Berita:
- DPKP Surabaya mengeluarkan peringatan dini ancaman kebakaran menjelang musim kemarau 2026.
- Warga diminta tidak membakar sampah, lahan, atau membuang puntung rokok sembarangan.
- Korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran terbanyak di Surabaya sepanjang April 2026.
- Masyarakat diminta segera menghubungi hotline 112 jika terjadi kebakaran.
Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang diprediksi meningkat seiring datangnya musim kemarau 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, musim kemarau di Surabaya diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Mei 2026. Namun, kawasan Surabaya Barat diprediksi mengalami kondisi kering lebih awal sejak pertengahan bulan.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laskita Rini, menegaskan bahwa suhu tinggi dan kondisi vegetasi yang mengering dapat mempercepat penyebaran api.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan karena dampaknya bisa memicu api membesar dalam waktu singkat,” ujar Rini, Rabu (6/5/2026).
Selain pembakaran lahan dan sampah, perilaku membuang puntung rokok sembarangan juga dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran, terutama di area terbuka yang kering.
DPKP juga menyoroti pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala di rumah maupun tempat usaha, mengingat korsleting listrik menjadi penyebab dominan kebakaran di Surabaya.
“Evaluasi berdasarkan data bulan April, tercatat ada 17 kejadian kebakaran di Surabaya, dengan rincian lima kasus akibat korsleting listrik, empat kasus akibat rambatan api terbuka. Sementara delapan kasus lainnya masih belum diketahui penyebabnya,” jelas Rini.
Menurut DPKP, tren kebakaran lahan biasanya meningkat signifikan pada Oktober hingga November, saat musim kemarau mencapai puncaknya.
Sebagai langkah pencegahan, DPKP Surabaya terus menggencarkan sosialisasi kepada RT/RW, warga, serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk mengoptimalkan pengangkutan sampah ke TPA agar masyarakat tidak membakar sampah secara mandiri.
“Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. [rma/beq]






