Ringkasan Berita:
- Siswa SMPN 4 Jombang mengikuti sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran di Pos Damkar Jombang sebagai edukasi kebencanaan sejak dini.
- BPBD Kabupaten Jombang bersama Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang mengenalkan tugas Damkar serta cara penggunaan APAR kepada para pelajar.
- Puncak kegiatan ditandai simulasi pemadaman api, di mana siswa secara langsung mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan APAR dengan bimbingan petugas Damkar.
Jombang (beritajatim.com) – Di halaman Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jombang, Jalan KH. Wahid Hasyim No. 141, siang itu bukan hanya suara instruksi yang terdengar. Ada tawa, ada degup gugup, dan ada rasa penasaran yang bercampur jadi satu.
Ya, siswa dari SMPN 4 Jombang sedang bersiap menghadapi ‘api kecil’ yang ternyata menyimpan pelajaran besar tentang keberanian dan keselamatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/6/2026) sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini digelar oleh BPBD Kabupaten Jombang bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sebagai bagian dari edukasi kebencanaan bagi pelajar.
Bukan sekadar kunjungan, kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman langsung yang mempertemukan siswa dengan realitas penanganan keadaan darurat.
Sejak awal, antusiasme sudah terlihat jelas. Dalam sambutan pembuka, guru pendamping menyampaikan apresiasi mendalam kepada petugas Damkar dan BPBD yang telah memberi kesempatan bagi para siswa untuk belajar langsung dari lapangan.
Di luar ruang kelas, mereka mendapatkan sesuatu yang tidak tertulis di buku pelajaran: pengalaman hidup yang nyata.
Para personel Damkar kemudian membawa siswa menyelami dunia yang penuh risiko namun sarat pengabdian. Mereka menjelaskan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan jiwa dalam berbagai kondisi darurat—mulai dari evakuasi korban, penanganan hewan berbahaya, hingga edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Peralatan, kendaraan operasional, hingga prosedur penanganan darurat diperkenalkan satu per satu, membuat para siswa tampak terpukau.
Namun bagian yang paling menegangkan sekaligus paling ditunggu akhirnya tiba. Di tengah lapangan, api kecil dinyalakan sebagai simulasi. Di bawah pengawasan ketat petugas, siswa diajarkan cara memadamkan api menggunakan alat tradisional, sebelum kemudian diperkenalkan pada penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar dan aman. Satu per satu siswa maju. Ada yang ragu, ada yang menahan napas, namun semuanya mencoba.
Saat tuas APAR ditekan dan semburan putih memadamkan api, suasana langsung pecah oleh tepuk tangan. Rasa takut yang tadi terlihat di wajah berubah menjadi senyum lega dan bangga. Di momen itu, api bukan lagi ancaman, melainkan guru yang memberi pelajaran paling berkesan hari itu.
Komandan Damkarla Jombang, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya edukasi dini kepada generasi muda. Menurutnya, pemahaman tentang kebakaran dan keselamatan harus ditanamkan sejak sekolah agar tumbuh kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga membangun penghargaan terhadap profesi pemadam kebakaran sebagai garda terdepan dalam situasi kritis. “Melalui pendekatan langsung seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan bagaimana mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi bahaya,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Jombang bersama Damkar Jombang berharap, pengalaman ini menjadi bekal penting bagi para pelajar untuk menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing. Dari api kecil yang dipadamkan hari itu, tumbuh pelajaran besar tentang keberanian, kewaspadaan, dan tanggung jawab menjaga keselamatan bersama. [suf]






