Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Perbasi Surabaya, Bramantyo Sudono, berharap semakin banyak turnamen basket kelompok usia digelar di Kota Pahlawan sebagai bagian dari upaya regenerasi dan pembinaan atlet muda.
Menurutnya, kompetisi yang berkesinambungan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pemain sejak usia dini.
Bramantyo mengapresiasi berbagai penyelenggaraan turnamen basket di Surabaya yang melibatkan kategori usia muda. Ia menilai semakin banyaknya ajang kompetisi akan memberikan kesempatan lebih luas bagi para atlet untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan teknis mereka.
“Semakin banyak kompetisi basket di Surabaya tentu semakin baik. Anak-anak mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak sehingga kemampuan mereka terus berkembang,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Ia mencontohkan Yayasan CLS yang secara konsisten menggelar berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional, sebagai bentuk pembinaan atlet muda. Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem kompetisi yang sehat dan mendukung lahirnya pebasket potensial.
Meski demikian, Bramantyo mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara jadwal latihan, pertandingan, dan waktu istirahat atlet. Menurutnya, pembinaan yang baik tidak hanya berorientasi pada banyaknya kompetisi, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan pemain.
“Bukan hanya klub, orang tua juga harus cermat memilih kompetisi yang tepat untuk anak. Mereka perlu latihan, perlu bertanding, tetapi juga perlu beristirahat. Jangan sampai bermain terus-menerus tanpa memperhatikan kondisi fisik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bramantyo menilai turnamen basket internasional yang digelar di Surabaya dapat menjadi sarana penting untuk mengukur kemampuan klub-klub lokal ketika menghadapi tim dari daerah lain maupun luar negeri.
“Ini saatnya klub-klub Surabaya tidak hanya menjadi jagoan di kotanya sendiri. Kami harus mengukur kemampuan ketika bertemu tim dari luar daerah maupun luar negeri agar pembinaannya semakin baik,” katanya.
Ia juga berharap CLS yang kini telah memasuki usia 80 tahun terus mempertahankan tradisi pembinaan dan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“CLS adalah klub besar dengan sejarah panjang. Tantangannya sekarang adalah terus mencetak pemain yang lebih baik karena persaingan semakin ketat, baik dari klub di Surabaya maupun daerah lain seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” pungkasnya. (way/ted)






