Lamongan (beritajatim.com) – Memasuki Muharam 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lamongan mencatat sejumlah bahan pokok mengalami tren penurunan harga di pasar tradisional.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, harga dan stok pangan bahan pokok yang mengalami penurunan diantaranya cabai merah besar, yang sebelumnya berada di kisaran harga Rp27 ribu sampai Rp30 ribu, menjadi Rp25 ribu sampai Rp30 ribu.
Kemudian harga cabai rawit yang semula di kisaran Rp30 ribu, menjadi Rp28 ribu. Sementara bawang merah yang semula Rp25 ribu menjadi Rp23 ribu.
Tidak hanya itu, harga sayur mayur juga berangsur-angsur turun. Seperti kubis dari kisaran Rp12 ribu menjadi Rp9.000, kentang yang sebelumnya Rp23 ribu-Rp24 ribu menjadi Rp22 ribu. Tomat juga turun harga seribu menjadi Rp.000, wortel dari Rp17 ribu menjadi Rp15 ribu, begitu juga dengan yang lain.
Harga daging sapi murni berkisar antara Rp110 ribu sampai Rp115 ribu, daging ayam boiler berkisar Rp36 ribu sampai Rp38 ribu, telur ayam ras berkisar Rp26 ribu sampai Rp27 ribu, serta harga ikan segar juga stabil.
“Sejumlah komoditas yang cenderung mengalami penurunan harga seperti cabai, bawang, dan sayuran. Tidak ada harga komoditas yang naik secara signifikan. Namun komoditas daging harus diwaspadai karena bobot konsumsinya tinggi,” ujar Kepala DKPP Lamongan, Mochammad Wahyudi, Selasa (9/7/2024).
Sementara untuk harga beras, kualitas medium bulog Rp11 ribu. Harga beras premium berkisar antara Rp13 ribu-Rp16 ribu, beras medium berkisar antara Rp12 ribu-Rp13 ribu, gula pasir berkisar antara Rp16.500-Rp17 ribu, minyak goreng Rp16 ribu-Rp17 ribu per liter.
Wahyudi mengatakan, monitoring tersebut dilakukan secara periodik setiap bulan di Pasar Sidoharjo, Pasar Desa Sukodadi, Pasar Desa Lembung, Pasar Desa Sekaran, Pasar Blimbing, Pasar Desa Sumberdadi, Pasar Desa Sendangrejo Ngimbang, Pasar Babat, dan Pasar Agrobis Semando.
Wahyudi menambahkan, tim ketahanan pangan dari DKPP Lamongan juga melakukan monitoring keamanan pangan. Dengan diujinya bahan pangan di pasaran, diharapkan pangan yang beredar layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Stok komoditas pangan di pasar masih aman. Selain melakukan monitoring harga dan pasokan, petugas dari DKPP juga melakukan monitoring kondisi keamanan pangan pada beberapa komoditas pangan seperti ijin edar pada beras kemasan yang dijual di pasar serta akan melakukan uji sampel pada sayur dan buah untuk di uji pestisida maupun formalin,” ucapnya. [fak/beq]






